Showing posts with label BMKG. Show all posts
Showing posts with label BMKG. Show all posts

Sunday, November 1, 2015

Atmosphent : Squall - Hentakan Fluktuasi Angin

Atmosphent : Squall - Hentakan Fluktuasi Angin


Kembali lagi dengan serial "Atmosphent", kali ini HIY bakal membahas fenomena yang cukup umum terjadi di berbagai belahan dunia. 


Sebelumnya, pernah gak sobat sekalian sedang jalan-jalan atau bersantai diluar rumah, menikmati sejuknya angin yang berhembus menerpa wajah sobat ? Ya itu namanya berelaksasi, tapi bukan itu yang bakal kita bahas disini, melainkan datangnya hembusan angin yang cukup kencang secara tiba-tiba padahal sebelumnya angin berhembus dengan tenang.

Fenomena dimana angin tiba-tiba mengalami peningkatan kecepetan dan kekuatan secara tiba-tiba ini disebut dengan gust dan squall. Apa yang membedakan antara squall dan gust ? Squall dan Gust dibedakan berdasarkan tingkat fluktuasi kecepatan dan kekuatan angin itu sendiri, dimana tingkat fluktuasi Squall lebih tinggi daripada fluktuasi yang terjadi pada fenomena gust.


Pada kali ini kita akan membahas mengenai Squall terlebih dahhulu, Squall atau yang akrab dikalangan awam dengan sebutan angin ribut, secara definitif merupakan peningkatan kecepatan dan kekuatan angin mendadak dengan signifikan dimana peristiwa ini seringkali berhubungan dengan fenomena cuaca lain, seperti Shower Rain, badai, atau salju. Squall terjadi selama suatu interval waktu tertentu.

Pada tahun 1962, World Meteorological Organization (WMO) Squall didefinisikan sebagai fluktuasi kecepatan angin, dimana peningkatan kecepatan angin minimal mencapai 8 m/s (16 Knots) dan peningkatan kecepatan tertinggi setidaknya 11 m/s (22 Knots), yang berlangsung dalam interval waktu lebih dari satu menit lalu kembali ke kondisi kecepatan normal. Munculnya peristiwa Squall ini seringkali berasal dari akhir tahap matang awan Cumulonimbus (Cb) dimana sebagian besar gerakan udara dalam awan ini mengarah ke bawah, sehingga setelah menyentuh permukaan bumi angin berhembus dengan kuat secara mendatar.


Sederhananya, Squall merupakan hentakan fluktuasi kekuatan dan kecepatan angin yang terjadi dalam interval waktu melebihi satu menit, dengan memenuhi ketentuan peningkatan kecepatan yang telah ditentukan, yaitu 8 m/s (16 Knots) - 11 m/s (22 Knots).



Referensi :
The Weather Channel. Weather Glossary: S. Retrieved on 2006-11-19.
Australian Bureau of Meteorology. Weather Words. Retrieved on 2006-11-19.
Georoots News. Georoots News V.1#5: Changes in the Wind. Retrieved on 2006-12-30.
Concise Oxford English Dictionary. Oxford University Press. 2011. p. 1400. ISBN 978-0-19-960108-0. Retrieved 2014-12-30.
Oxford English Dictionary. Oxford University Press. 10Rev Ed edition (7 April 2005)
"Weather Words – B". WGN-TV. Retrieved 2006-11-19.
Golden Gate Weather Services. Names of Winds.
Weatherquestions.com. What is a Squall Line? Retrieved on 2006-11-19.
Wilfried Jacobs. EUMeTrain: Case Study on Squall Line. Retrieved on 2006-11-19.
Thinkquest. Meteorology Online: Squall. Retrieved on 2006-11-19.
Robert H. Johns and Jeffry S. Evans. Storm Prediction Center. Derecho Facts. Retrieved on 2006-11-19.
National Weather Service Forecast Office, Springfield, Missouri. Storm Spotter Online Training. Retrieved on 2006-11-19.

Thursday, August 27, 2015

Eksistensi Cuaca dalam Penerbangan-Complicated Relationship



 Eksistensi Cuaca dalam Penerbangan-Complicated Relationship

Dalam penerbangan, perihal keselamatan adalah prioritas utama. Keselamatan penerbangan berkaitan dengan banyak faktor, antara lain faktor manusia, faktor kondisi dan jenis pesawat terbang, fasilitas dan sarana Bandar udara, fasilitas dan sarana telekomunikasi, dan faktor cuaca. Dari kemungkinan penyebab kecelakaan pesawat terbang, 30% antara lain karena faktor cuaca, teknis pesawat, fasilitas penunjang operasi penerbangan, dan pelayanan lalu-lintas udara; sedangkan 70% dari faktor manusia yang termasuk baik awak pesawat maupun yang memberi pelayanan kepada pesawat terbang.
 

Bagaimana peran cuaca dalam penerbangan?

Karena masalah penerbangan menyangkut banyak hal baik dalam lingkup nasional maupun internasional maka Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menetapkan berbagai aturan yang berkaitan dengan keselamatan penerbangan tersebut. Khususnya dalam menetapkan aturan yang berkaitan dengan cuaca, ICAO bekerjasama dengan Organisasi Meteorologi Dunia ( World Meteorological Organization = WMO). 

Meskipun teknologi penerbangan makin maju namun karena frekuensi penerbangan juga makin meningkat kecelakaan pesawat terbang masih tetap mempunyai kemungkinan yang tinggi. Laju keseringan penerbangan di Amerika Serikat sejak tahun 1988 sekitar 10% setiap tahun (buletin WMO no.1 vol.38 Jan.1988); di Indonesia (data IATS Analysis) antara 1988 – 2003 sekitar 3,9% dan diperkirakan naik menjadi sekitar 6,4% sampai akhir 2013. Dengan demikian makin banyak kegiatan penerbangan, beban tanggung jawab keselamatan penerbangan juga makin meningkat.
Bicara cuaca untuk dunia penerbangan bukan lah barang baru. Cuaca adalah salah satu faktor yang paling utama. Jika kita tahu cuaca akan buruk sebelum take off, tentu menyeramkan bahkan bisa menjadi mulas alias momok.