Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Saturday, November 7, 2015

Khadijah, Cinta Sejati Rasulullah


'Khadijah binti Khuwailid' merupakan isteri pertama Nabi Muhammad. Nama lengkapnya adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Khadijah al-Kubra, anak perempuan dari Khuwailid bin Asad dan Fatimah binti Za'idah, berasal dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy. Ia merupakan wanita As-Sabiqun al-Awwalun.

Khadijah berasal dari golongan pembesar Mekkah. Menikah dengan Nabi Muhammad, ketika berumur 40 tahun, manakala Nabi Muhammad berumur 25 tahun. Ada yang mengatakan usianya saat itu tidak sampai 40 tahun, hanya sedikit lebih tua dari Nabi Muhammad. Khadijah merupakan wanita kaya dan terkenal. Khadijah bisa hidup mewah dengan hartanya sendiri. Meskipun memiliki kekayaan melimpah, Khadijah merasa kesepian hidup menyendiri tanpa suami, karena suami pertama dan keduanya telah meninggal. Beberapa sumber menyangkal bahwa Khadijah pernah menikah sebelum bertemu Nabi Muhammad. Khadijah dikenal sebagai wanita suci di zamannya tatkala di antara lingkungannya sudah kotor. Beliau, Khadijah betul-betul pilihan Tuhan yang dipersiapkan untuk menjadi istri Nabi Muhammad.


Pada suatu hari, saat pagi buta, dengan penuh kegembiraan ia pergi ke rumah sepupunya, yaitu Waraqah bin Naufal. Ia berkata, “Tadi malam aku bermimpi sangat menakjubkan. Aku melihat matahari berputar-putar di atas kota Mekkah, lalu turun ke arah bumi. Ia semakin mendekat dan semakin mendekat. Aku terus memperhatikannya untuk melihat kemana ia turun. Ternyata ia turun dan memasuki rumahku. Cahayanya yang sangat agung itu membuatku tertegun. Lalu aku terbangun dari tidurku". Waraqah mengatakan, “Aku sampaikan berita gembira kepadamu, bahwa seorang lelaki agung dan mulia akan datang meminangmu. Ia memiliki kedudukan penting dan kemasyhuran yang semakin hari semakin meningkat". Tak lama kemudian Khadijah ditakdirkan menjadi isteri Nabi Muhammad.

Ketika Nabi Muhammad masih muda dan dikenal sebagai pemuda yang lurus dan jujur sehingga mendapat julukan Al-Amin, telah diperkenankan untuk ikut menjualkan barang dagangan Khadijah. Hal yang lebih banyak menarik perhatian Khadijah adalah kemuliaan jiwa Nabi Muhammad. Khadijah lah yang lebih dahulu mengajukan permohonan untuk meminang Dia, yang pada saat itu bangsa Arab jahiliyah memiliki adat, pantang bagi seorang wanita untuk meminang pria dan semua itu terjadi dengan adanya usaha orang ketiga, yaitu Nafisah Binti Munyah dan peminangan dibuat melalui paman Muhammad yaitu Abu Thalib. Keluarga terdekat Khadijah tidak menyetujui rencana pernikahan ini. Namun Khadijah sudah tertarik oleh kejujuran, kebersihan dan sifat-sifat istimewa Dia ini, sehingga ia tidak memedulikan segala kritikan dan kecaman dari keluarga dan kerabatnya.


Setelah menikah dengan Rasulullah, Khadijah menyerahkan segala urusan karirnya sebagai seorang pengusaha kepada Rasulullah. Karena ia percaya laki-laki lebih cermat dalam segala urusan yang bersifat material dan dia memilih karir yang lebih mulia, yaitu menjadi seorang ibu rumah tangga. Pengayom anak-anak dan suaminya serta pelengkap dunia bagi Rasulullah.

Mengenai ketertarikannya kepada Nabi Muhammad, Khadijah mengatakan “Jika segala kenikmatan hidup diserahkan kepadaku, dunia dan kekuasaan para raja Persia dan Romawi diberikan kepadaku, tetapi aku tidak hidup bersamamu, maka semua itu bagiku tak lebih berharga daripada sebelah sayap seekor nyamuk.”

Khadijah dengan kecerdasan dan kejernihan perasaannya mendobrak tradisi jahiliyah dengan mendampingi Rasulullah dalam dakwahnya, menjadi penasehat terbaik Rasulullah dan tempat Rasulullah kembali setelah segala kepenatannya mengurusi segala urusan dunia. Khadijah lah yang senantiasa memberikannya kasih sayang dan ketegaran dalam segala rintangan yang Rasulullah hadapi.


Sewaktu malaikat turun membawa wahyu kepada Muhammad, maka Khadijah adalah orang pertama yang mengakui kenabian suaminya, dan wanita pertama yang memeluk Islam. Beliau turut menenangkan hati Rasulullah, di kala kegalauan Nabi sewaktu wahyu pertama turun. Khadijah berkata, "Tidak demikian, tapi bergembiralah. Maka demi Allah, Allah takkan Mencelakakan engkau selamanya; engkau suka menyambungkan tali silaturahim, dan selalu jujur dalam bicara, meringankan derita orang lain, menyantuni orang tak mampu, menjamu tamu, dan menolong orang lain untuk mendapatkan haknya." Sepanjang hidupnya bersama Nabi, Khadijah begitu setia menyertainya dalam setiap peristiwa suka dan duka. Setiap kali suaminya ke Gua Hira’, ia pasti menyiapkan semua perbekalan dan keperluannya. Seandainya Nabi Muhammad agak lama tidak pulang, Khadijah akan melihat untuk memastikan keselamatan suaminya. Sekiranya Nabi Muhammad khusyuk bermunajat, Khadijah tinggal di rumah dengan sabar sehingga Beliaau pulang. Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, dia coba sekuat mungkin untuk mententram dan menghiburkan, sehingga suaminya benar-benar merasai tenang. Setiap ancaman dan penganiayaan dihadapi bersama. Allah mengkaruniakannya 6 orang anak, yaitu Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqaiah,Ummi Kultsum, dan Fatimah.

Dalam banyak kegiatan peribadatan nabi Muhammad, Khadijah pasti bersama dan membantunya, seperti menyediakan air untuk mengambil wudhu. Nabi Muhammad menyebut keistimewaan terpenting Khadijah dalam salah satu sabdanya, “Di saat semua orang mengusir dan menjauhiku, ia beriman kepadaku. Ketika semua orang mendustakan aku, ia meyakini kejujuranku. Sewaktu semua orang menyisihkanku, ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku.” Khadijah telah hidup bersama-sama Nabi Muhammad selama 24 tahun dan wafat dalam usia 64 tahun 6 bulan. Beliau meninggal di gunung Hujun, dan dimakamkan di pemakaman dekat Mekkah setelah sakit-sakitan dan melemah setelah lama menahan rasa lapar setelah masa boikot oleh orang Quraisy selama 3 tahun.


Khadijah adalah satu-satunya istri yang tidak pernah di duakan oleh Rasulullah, hingga dia wafat pun Rasulullah tidak bisa berhenti mencintainya. Sepeninggal Khadijah, Rasulullah merasakan kesedihan yang sangat mendalam sehingga turun perintah agar Rasulullah menikah lagi. Kemudian Rasulullah menikah dengan Aisyah, putri dari Abu Bakar yang saat itu masih kecil dan belum baligh dan beberapa janda. Diantara semua istrinya, Rasulullah paling dekat dengan Aisyah setelah ia dewasa, namun tetap saja Aisyah tidak dapat menggantikan Khadijah dalam hati Rasulullah. Hingga  suatu hari Aisyah pernah mengatakan "Aku tidak pernah merasakan kecemburuan yang begitu besar selain pada Khadijah, padahal dia sudah tiada tapi kerap kali ku jumpai Rasulullah masih sering  menyebut namanya."

Suatu hari aku tanyakan kepada rasulullah "Jika ada dua buah yang satu segar sedang yang satu layu kau akan pilih yanga mana ?" Lalu rasulullah menjawab "yang segar"  lalu kembali ku bertanya  "Mengapa engkau masih sering menyebut perempuan tua itu (Khadijah) sedang aku disismu lagipula aku lebih cantik dan muda ?" Lalu Rasulullah menjawab lagi "Karena dia adalah ibu dari anak-anakku, dialah yang senantia menemaniku di waktu sukar senangku sungguh kecintaanku terhadapnya tak akan tergantikan" Rasulullah pun pernah mengatakan "sebaik-baik wanita dunia adalah Khadijah"


"Sesungguhnya manusia diciptakan dari satu jiwa (adam) dari jiwa itu allah menciptakan pasangannya ( Q.S. An-Nisa Ayat 1 )"

Sesungguhnya banyak cara allah mempertemukan cinta sejati. Tak selalu yang pertama tak selalu yang paling utama, namun tulang rusuk akan mengenali siapa pemiliknya.

Referensi

"Khadijah The True Love Story of Muhammad" - Abul Mun'im Muhammad
Yaqut, Syaikh Muhammad (Oktober 2014). "Pelajaran Berharga dari Kehidupan Khadijah". Qiblati 9 (2): 73 – 77. ISSN 1907-0039.
Hadits riwayat Bukhari no.4572

Wednesday, November 4, 2015

Struktur Hadist - Konsep Sanad, Matan, dan Rawi



                               

a. Sanad

Secara bahasa, sanad berarti sandaran atau tempat bersandar atau sesudah sesuatu yang dapat dipegangi atau dipercaya. Bentuk jamak sanad adalah asnad atau sanadat yang berarti jalan.
Sanad menurut ahli hadis adalah sebagai berikut

اَلطَّرِ يْقُ الْمُوْ صِلُ اِلَى الْمَتْنِ                                           

Jalan yang menyampaikan kepada matan hadis

  Menurut istilah ilmu hadis, sanad adalah rangkaian urutan orang-orang yang menjadi sandaran atau jalan yang menghubungkan hadis atau sunah sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan yang menerangkan rangkaian urutan sanad hadis disebut isnad. Orang yang menerangkan sanad hadis disebut musnid. Sedangkan hadis yang diterangkan dengan menyebutkan sanadnya hingga sampai kepada Nabi Muhammad SAW,disebut musnad .

 Contoh sanad adalah sebagai berikut :

حَدَّ ثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيْدٍ عَنْ مُجَالِدٍ  حَدَّ ثَنَا أَبُو الْوَ دَّاكِ عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ قَلَ سَألْنَا رَ سُوْ لُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَنْ جَنِيْنِ النَّاقَةِ وَالْبَقَرَةِ فَقَالَ إِنْ شتُمْ فَكُلُوْهُ فَاءِ نَّ ذَّ كَاتَهُ ذَ كَاةُأُمِّهِ (أخرجه أحمد)             

  Dari hadis tersebut, terdapat nama Yahya ibnu Sa’id, Mujalid, Abu al-Waddak, Abu Sa’id , dan Ahmad, adalah rentetan perawi hadis yang menhubungkan perawi terakhir (Ahmad) kepada Nabi Muhammad SAW. Rangkaian perawi ini disebut dengan sanad.

b. Matan

Secara bahasa, matan berarti membelah,mengeluarkan,mengikat,seperti mengikat busur dengan tali. Matan juga berarti punggung jalan (muka jalan), tanah yang keras dan tinggi. Sedangkan matan hadis adalah sabda Rasulullah SAW. Secara istilah,pengertian ilmu matan hadis adalah sebagai berikut.


مَاانْتَهَى اِلَيْهِ السَّنَدُ مِنَ الْكلَامِ فَهُوَ نَفْسُ الْحَدِيْثِ الَّذِيْ ذُكَرَ اْلاِسْنَادُلَهُ.



 Perkataan yang disebut pada akhir sanad,yakni sabda Rasulullah SAW. Yang disebut sesudah hadis disebutkan sanadnya.

Matan pada hadis adalah teks yang ada pada hadis tersebut. Secara istilah, yang dimaksud dengan matan adalah pengujung sanad berupa ucapan,yaitu sabda Rasulullah SAW.

Perhatikan contoh hadis berikut

عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ اَبِيْ سَلَمَةَ عَنْ ابِيْ هُريْرَةَ انَّ النَّبِيَّ صَلَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَلَ: لَوْلا اَن أَشُقَّ عَلَى امَّتِى لَاَمَرْتُهُمْ بِالسِّواكِ عَنْدَ كُالِّ صلاةِ (رواه الترمذى)

Dari Muhammad yang diterima dari Abu Salamah yang diterimanya dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Seandainya tidak akan memberatkan terhadap umatku,niscaya aku suruh mereka untuk bersiwak (menggosok gigi) setiap akan melakukan salat”. (HR. At-Tirmidzi)

Matan hadis diatas adalah sebagai berikut.

لَوْلا اَن أَشُقَّ عَلَى امَّتِى لَاَمَرْتُهُمْ بِالسِّواكِ عَنْدَ كُالِّ صلاةِ

c. Rawi

Umumnya, perawi sudah melekat dengan mereka yang menghimpun hadis dalam bentuk buk. Misalnya , Imam Bukhari yang menghimpun hadis dalam sahih Bukhari nya. Tokoh perawi lain nya Imam Muslim,Imam Ahmad,Imam Malik, Imam At-Tirmidzi, Imam Abu Dawud, Imam Ibnu Majah, dan Imam An-Nasai’i. Sistem yang dipakai untuk menyampaikan suatu hadis ataupun sunah sehingga sampai kepada kaum muslimin disebut dengan “cara riwayat”. Riwayat adalah memindahkan atau menyampaikan suatu hadis atau sunah dari seorang sahabat Nabi kepada orang berikutnya, atau orang yang membukukan nya dalam suatu kumpulan hadis dengan menyebutkan sanadnya.

   Rawi adalah orang yang memindahkan hadis dari seorang guru kepada orang lain atau membukukan nya ke dalam suatu kitab hadis. Rawi pertama adalah seorang sahabat dan rawi terakhir adalah orang yang membukukan, seperti Imam Bukhari,Muslim,Ibnu Majah,An-Nasa’i,At-Tirmidzi, Ibnu Hiban, Ahmad, dan sebagainya.




Adapun syarat-syarat rawi adalah sebagai berikut.

   · Adil

Artinya muslim,balig,tidak pernah melakukan perbuatan dosa besar dan tidak sering melakukan dosa kecil.

     · Zabit

Zabit mempunyai dua pengertian antara lain sebagai berikut.

1.      Zabit dalam arti kuat hafalan serta ingatan nya dan bkan pelupa dan
2.      Zabit dalam arti dapat memelihara kitab hadis dari gurunya sebaik-baiknya, sehigga tidak mungkin ada perubahan.


Ringkasan contoh sanad,matan,rawi .

عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ اَبِيْ سَلَمَةَ عَنْ ابِيْ هُريْرَةَ انَّ النَّبِيَّ صَلَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَلَ: لَوْلا اَن أَشُقَّ عَلَى امَّتِى لَاَمَرْتُهُمْ بِالسِّواكِ عَنْدَ كُالِّ صلاةِ
(رواه الترمذى)

“Sanad” hadis diatas adalah :

عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ اَبِيْ سَلَمَةَ عَنْ ابِيْ هُريْرَةَ انَّ النَّبِيَّ صَلَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَلَ

“Matan” hadis diatas adalah :

لَوْلا اَن أَشُقَّ عَلَى امَّتِى لَاَمَرْتُهُمْ بِالسِّواكِ عَنْدَ كُالِّ صلاةِ

“Rawi” hadis diatas adalah :

(رواه الترمذى)


Wednesday, October 14, 2015

Aku Hanyalah Seorang Hamba

Wahai Engkau pemilik segalanya..
Apa yang tidak Kau miliki?
Engau maha segala maha..
Pencipta jagat raya berserta isinya..
Aku hanyalah seorang hamba..
Kau ciptakan aku dari segumpal tanah
Sunggu aku adalah mahluk yang rendah..
Wahai Engkau yang maha sempurna..
Lihatlah aku..





Aku hanyalah sorang hamba, aku tidak memiliki apa-apa..
Nyawaku hidupku ragaku semua milik-Mu..
Hamba tidak memilik apa-apa selain tuannya..
Kau adalah tuanku, pemilik hamba-Mu pada-Mulah aku minta segalanya..
Sunggu tiada daya upaya hamba-Mu ini tanpa pertolonga-Mu..
Aku hanyalah seorang hamba..tugasku hanya mengabdikan diri pada tuannya memenuhi kewajiban dan amanah yang telah dititipkan-Nya..
Aku hanyalah seorang hambah yang lemah..
Tak ada satupun yang dapat hamba lakukan tanpa izin tuannya..





Ya..Tuhanku pada-Mulah tempatku berserah..pada-Mulah tempat menumpuk harap..
Hanya Kaulah satu-satunya yang dapat memenuhi permintaan hamba..
Tuhan..bukankah Kau pemilik segalanya..? tak sulit bagi-Mu memenuhi segelintir keinginan hamba bukan? Bukankah Kau menyayangi dan mengasihi hamba?
Tanpa hamba mintapun Kau telah memberikan fasilitas yang besar kepada hamba..
Sunggu besar kasih terhadap hamba-Mu sudah sewajarnya hamba selalu menyebut nama-Mu disetiap langkah hamba..
Ya Tuhan hamba..jika tak hamba minta lagi Kau beri, bagaimana jika hamba meminta?
Aku hanyalah seorang hamba..tidak ada daya upaya tampa perlindungan-Nya dan jika Ia inginkan maka terjadilah!


Tuesday, October 13, 2015

Sebuah Renungan : Jodoh, Cermin, dan Tulang Rusuk yang Hilang



Pernah dengar istilah ini "Jodohmu adalah cerminan dirimu" ? tentu saja itu menjadi sebuah pribahasa. Kenapa disebut cermin ? Karena kita diciptakan berpasang-pasangan. Seorang wanita tercipta dari tulang rusuk yang bengkok dan rusuk itu pasti ada pemiliknya.


Seperti sejarah manusia pertama di dunia, Nabi Adam A.S. Dalam kisah itu diceritakan bahwasannya manusia tercipta dari tanah. Karena merasa kesepian, Nabi Adam meminta kepada Allah untuk diberikan teman. Kemudian Allah mengambil satu rusuk kiri Adam, lalu terciptalah Hawa. Mereka adalah pasangan paling serasi di Surga sampai mereka terjerumus ke dalam jebakan iblis, hingga kemudian di turunkan ke Bumi secara terpisah. Nabi Adam diturunkan di Hindia, sedangkan Siti Hawa di Iran. Mereka di pertemukan di padang masyar yang sekarang disebut dengan jabal rahmah atau bukit kasih sayang.

Monday, October 12, 2015

Kitab Surga : Ar-Rahman-Surat Cinta dari Yang Kuasa



Kitab Surga : Ar-Rahman-Surat Cinta dari Yang Kuasa 




Ar-Rahman merupakan Surat ke- 55 dalam Al-Qur'an, terletak di Juz 27 yang terdiri dari 78 Ayat. Terdapat keunikan dari Surat ini, yaitu bunyi Ayat yang di ulang kurang lebih sebanyak 30 kali, yang maknanya "Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan"


Kandungan dalam Ayat ini berisi tentang kesempurnaan-Nya,kebesaran-Nya, dan karunia yang diberikan-Nya kepada mahluk hidup berserta alam semesta. Ayat ini menjelaskan dengan lengkap mulai dari awal penciptaan manusia dan alam semesta, neraca keadilan, keseimbangan hidup didunia, bahkan kehidupan akhirat dan hari pembalasan.

Ada satu Ayat yang paling menarik di hati saya. Yaitu Ayat ke 19 dan 20 yang maknanya "Dia membiarkan dua lautan mengalir, yang keduanya kemudian dipertemukan, diantara ke duanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing”  ( Ar-Rahman 55: 19-20).


Yahya bin Sa'id Qatan meriwayatkan "aku mendengar dari imam sadiq As pada penafsiran ayat tersebut menceritakan tentang kisah ali dan fatimah yang masing-masing mencintai dalam diam dan atas izin allah di pertemukan, ali dan fatimah adalah dua lautan yang saling melengkapi antara asin dan tawar dan mereka tidak pernah melampaui batasan mereka, tidak mendzalimi satu sama lain saling memahami satu sama lain"  Subhanallah, bagaikan sebuah Surat cinta dari Tuhan,

Terinspirasi dari sebuah novel yang pernah saya baca "Tilawah Cinta" karya Fitri Handayani, salah satu penulis terkemuka di indonesia. Kisah itu menceritakan seorang gadis yang terjebak dalam kegalauan menentukan pasangan hidup dan di desak oleh orang tuanya untuk segera menikah. Orang tuanya memutuskan untuk menjodohkannya dengan anak seorang Haji di kampungnya yang ternyata seorang "gay"  ( pencinta sesama jenis). Ditengah kegundahannya itu, dia membaca Surat Ar-Rahman.



Selesai membaca ayat tersebut dia mendapatkan sebuah inspirasi untuk menjadikan hafalan surah Ar-Rahman sebagai persyaratan mahar untuk laki-laki yang hendak di jodohkan kepadanya. Esoknya, saat proses pelamaran si gadis mengajukan mahar berupa hafalan surah Ar-Rahman. Awalnya sang laki-laki menolak, namun karena gengsi dan tak ingin keluarganya malu, kemudian dia menyanggupi. Si gadis memberikan laki-laki itu waktu sebulan untuk menghafalnya kemudian proses akad di tunda.

Setelah satu bulan, ternyata si laki-laki berhasil menghafal surah Ar-Rahman, dengan harap-harap cemas si Gadis mulai mendengarkan lantunan ayat yang menjadi maharnya tersebut. Saat lantunan ayat itu mulai di bacakannya tersentaklah sang gadis, yang awalnya membenci sang laki-laki langsung merasa jatuh hati, tapi sayang sungguh sayang. Saat benih cinta itu mulai tumbuh, seketika maut menjemput sang laki-laki. Saat pembacaan ayat terakhir surat Ar-Rahman, pisau menghujam dari balik dadanya si laki-laki. Ia dibunuh oleh pasangan sesama gaynya karena terbakar api cemburu. Allah seakan mengatakan itu bukan pasanganmu,  jauh di lauh mahfuz Allah telah mencatat siapa jodoh kita dan tulang rusuk tak akan tertukar. Sebagaimana yang tercantum dalam Surat An Nur : 26  "laki-laki yang baik untuk wanita yang baik".



Setelah kematian calon suami yang tidak di izinkan Allah bersatu dengannya tersebut, wanita itu tetap yakin dan pasrah bahwasannya Allah telah mempersiapkan laki-laki yang baik untuknya dengan tetap harapannya dapat menikah dengan mahar surah Ar-Rahman. Tak lama kemudian, kembali sang ibu menjodohkannya degan pria yang belum dia kenal. Karena ingin menyenangkan hati ibunya si gadis tidak menolak mengingat usianya yang sudah cukup juga dan sudah saatnya menikah. Saat pelaksanan akad dan untuk pertama kalinya dipertemukan dengan calon suaminya, ternyata calon suaminya adalah kerabat yang sudah dikenalnya yaitu lawan duetnya membaca Surah Ar-Rahman disuatu majelis. Laki-laki itu mengatakan bahwa dia tidak sengaja membaca diary sang gadis yang sempat tertinggal dan dia mengatakan bahwa dia mengetahui si gadis menginginkan Surat Ar-Rahman sebagai mahar kawinnya. Tersentak sang gadis tidak menyangka begitu menakjubkan cara Tuhan mempersatukan dua insan melalui surah Ar-Rahman, dan dengan bermaharkan surah Ar-Rahman seperti yang di impikannya.

Subahanallah, betapa kisah ini sangat menginspirasi saya untuk mengajukan Surat Ar-Rahman juga sebagi mahar saya hehehe ngayal aja, mana ada didunia nyata yg kayak gitu mah wkwk.


Selanjutnya, terdapat keutamaan lain dalam surat Ar-Rahman. Rasulullah SAW bersabda : "Barang siapa yang membaca surah Ar-Rahman, maka allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhoi nikmat yang diberikannya" .( maka nikmat tuhan yang manakah yang kamu dustakan)
         
Masih banyak lagi keutamaan dari surat cinta dari Tuhan ini yang bahkan tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata, dari sanalah kita harus lebih banyak bersyukur agar tidak ada lagi nikmat Tuhan yang masih kita dustakan.,

"Maha Agung nama Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan karunia" 

( Ar-Rahman : 78 )