Showing posts with label Oseanografi. Show all posts
Showing posts with label Oseanografi. Show all posts

Saturday, September 19, 2015

Teori Terbentuknya Samudera

Teori Terbentuknya Samudera-Ocean Formed

     Samudra (juga dieja samudera) atau lautan (dari bahasa Sanskerta) adalah laut yang luas dan merupakan massa air asin yang sambung-menyambung meliputi permukaan bumi yang dibatasi oleh benua ataupun kepulauan yang besar.
Ada lima samudra di bumi yaitu:
  • Samudra Antarktika / Lautan Selatan
  • Samudra Arktik
  • Samudra Atlantik
  • Samudra Hindia
  • Samudra Pasifik / Lautan Teduh
     Samudera meliputi 71% permukaan bumi, dengan area sekitar 361 juta kilometer persegi, isi samudra sekitar 1.370 juta km³, dengan kedalaman rata-rata 3.790 meter. (Perhitungan tersebut tidak termasuk laut yang tak berhubungan dengan samudra, seperti Laut Kaspia).
     Ada bebera teori tentang terbentuknya samudera, antara lain adalah sebagai berikut :

1). Contraction theory (teori kontraksi)


Wednesday, August 26, 2015

Upwelling dan Sinking-Gejolak Di Wajah Samudera

Upwelling dan Sinking-Gejolak Di Wajah Samudera

  Dibeberapa tempat, arus laut yang disebabkan karena angin dapat menyebabkan terjadinya arus vertikal, baik arus yang naik (upwelling) maupun arus yang turun (sub welling atau sinking).

Upwelling

   Upwelling adalah peristiwa naiknya massa air laut yang disebabkan oleh perbedaan temperatur antara lapisan permukaan air laut dan bawahnya yang lebih dingin. Umumnya zat hara berada di lapisan bawah, akibat upwelling ini zat hara naik ke permukaan laut dan diharapkan dengan adanya proses upwelling nelayan akan lebih mudah menangkap ikan di lapisan permukaan. Wilayah laut yang terdapat upwelling cenderung tumbuh subur fitoplankton.

http://oceanservice.noaa.gov/facts/upwelling.jpg

   Air yang naik (upwelling) selain dapat terjadi di sekitar pantai yang berkaitan erat dengan tiupan angin kearah laut atau sejajar dengan pantai, dapat juga terjadi di laut lepas terutama di tempat-tempat divergensi atau percabangan arus yang kuat, misalnya equator divergence.

Tipe Upwelling
 
Upwelling dapat dibedakan menjadi beberapa jenis/tipe, yaitu :

Nekton-Moving Through Against The Flow

Nekton-Moving Through Against The Flow
 
   Sebelumnya kita udah bahas tentang beberapa ekosistem yang ada di laut, sekarang kita bakal sedikit bahas penghuni-penghuni yang ada di laut itu sendiri.

http://www.trademarkia.com/logo-images/invicta-watch-company-of-america/nekton-77858325.jpg

   Nekton, Nekton merupakan binatang-binatang yang hidup diair laut secara aktif sehingga gerakannya hanya sedikit dipengaruhi oleh gerakan arus bahkan dapat menentang arus secara bebas sehingga para nekton mampu untuk bermigrasi secara bebas. Kebanyakan  ikan, termasuk ke dalam nekton. Secara garis besar nekton dibagi kedalam golongan yang bersifat pelagic species, yaitu golongan ikan yang hidup diantara lapisan perairan bagian tengah sampai bagian atas dari lautan, dan golongan demersal (species yang hidup pada atau di dasar lautan ).

   Semua ikan yang termasuk dalam golongan nekton umumnya merupakan predator. Golongan pelagic kebanyakan memakan plankton atau anggota nekton yang berukuran kecil, sedangkan golongan demersal memakan organisme-organisme yang hidup di dasar laut.

http://capitalistcreations.com/wp-content/uploads/2013/06/big-fish-swimming.jpg

   Beberapa jenis ikan tertentu hidup didasar lautan yang dalam dan kebanyakan mempunyai organ dalam tubuh yang dapat mengeluarkan cahaya. Banyak diantara ikan-ikan yang hidup didaerah ini mempunyai rahang yang besar, bentuk tubuhnya yang ramping.
 
   Ikan paus merupakan salah satu anggota nekton yang mempunyai ukuran sangat besar, walaupun demikian kebanyakan paus adalah pemakan plankton. Jenis ikan paus blue whales paling banyak memakan krill yaitu salah satu jenis crustacea yang berukuran kecil yang dikenal sebagai euphausiid. Jenis ikan paus lainnya sperm whales, dolphin, porpoise yang merupakan predator-predator yang aktif. Makanannya terdiri dari ikan dan cumi-cumi. Paus merupakan pengelana yang hebat, dapat menempun jarak lebih dari 20.000 km/tahun. Daerah penyebarannya tersebar dari samudera Hindia, samudera Pasifik, sampai ke perairan Antartika.

DAFTAR PUSTAKA

Anugrah Nontji. 1987. Laut Nusantara. Jakarta : Penerbit Djambatan.
Djamari & Djakaria.M.Nur. 1989. Dasar-Dasar Oseanografi Dalam Studi
Geografi. Bandung : Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS – IKIP Bandung.
------------------------. 1989. Topografi Dan Sedimentasi Dasar Samudera.
Bandung : Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS – IKIP Bandung.
Direktorat Bina Sumber Hayati. 1983. Hasil Evaluasi Potensi Sumber Daya
Hayati Perikanan Laut Di Perairan Indonesia Dan Perairan ZEE
Indonesia.
Engel, Leonard. 1979. Pustaka Alam Life. Jakarta : Penerbit Tira Pustaka.
Ross,D.A. 1970. Introduction to Oceanography. New York : Appleton –
Century – Crofts Educational Division.
Sahala Hutabarat dan Stewart M.Evans. 1986. Pengantar Oseanografi. Jakarta :
Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).
Thurman, Harold.V. 1983. Essentials Of Oceanography. Ohio: Charies E.
MerrilL Publishing Company.

Ekosistem Terumbu Karang - Miracle From The Sea Coastal



Ekosistem Terumbu Karang - Miracle From The Sea Coastal

   Terumbu karang (coral reef) merupakan ekosistem yang khas terdapat dilaut-laut daerah tropis. Ekosistem ini mempunyai produktivitas organik yang sangat tinggi. Demikian pula keanekaragaman biota yang ada di dalamnya. Komponen biota terpenting disuatu terumbu karang ialah hewan karang batu (stony coral) yang kerangkanya terbuat dari zat kapur. Tetapi disamping itu sangat banyak jenis biota lainnya yang hidupnya mempunyai kaitan erat dengan karang batu ini. Semuanya terjalin dalam hubungan fungsional yang harmonis dalam satu ekosistem terumbu karang.

http://matoa.org/wp-content/uploads/2013/11/Picture1-una.jpg

   Hewan karang batu umumnya merupakan koloni yang terdiri dari banyak individu berupa polip yang bentuk dasarnya seperti mangkok dengan tepian berumbai-rumbai (tentakel). Tiap polip tumbuh dan mengendapkan kapur sehingga membentuk kerangka. Polip ini akan memperbanyak dirinya secara vegetatif (dengan jalan pembelahan berulang kali) hingga satu koloni karang bisa terdiri dari ratusan ribu polip. Tetapi selain itu terdapat juga pembiakan secara generatif (pembuahan antara sel kelamin jantan dengan sel telur) yang menghasilkan larva yang disebut planula.

   Di dalam jaringan polip karang, hidup berjuta-juta tumbuhan mikroskopis yang dikenal sebagai zooxanthella. Keduanya mempunyai hubungan simbiosis mutualistik (saling menguntungkan). Zooxanthella, malalui proses fotosintesis membantu memberi suplai makanan dan oksigen bagi polip dan juga membantu proses pembentukan kerangka kapur. Sebaliknya, polip menghasilkan sisa-sisa metabolisme berupa karbon dioksida, fosfat dan nitrogen yang digunakan oleh zooxanthella untuk fotosintesis dan pertumbuhannya.

   Kebanyakan karang adalah carnivore (pemakan daging), karang menangkap zooplankton dengan menggunakan tentakel yang mempunyai tangan-tangan dengan dilengkapi oleh sel-sel penyengat yang dikenal sebagai nematocyst.

Ekosistem Laut Dalam-Deep Beneath The Ocean

EKOSISTEM LAUT DALAM

http://nord-pas-de-calais.cleantuesday.com/media/files/609_DeepBlue3.jpg

   71 % permukaan bumi berupa ekosistem laut, yang juga merupakan 97 % dari air yang terkandung di bumi. Jadi, hanya 3 % saja (dari total air di bumi) air yang terkandung pada ekosistem lainnya. Ekosistem laut berbeda dari ekosistem air tawar yang ditandai oleh kehadiran senyawa-senyawa terlarut, misalnya natrium dan klorin, yang terlarut sebanyak 85 % dalam air laut. . Air laut memiliki salinitas rata-rata dari 35 bagian per seribu (ppt) air. Sebenarnya salinitas bervariasi antara ekosistem laut yang berbeda.
Zonasi Laut
Berdasarkan tingkat kedalamannya, laut dibagi dalam 3 (tiga) zonasi sebagai berikut :
1.          Zona Eufotik
Zona eufotik merupakan zona dimana cahaya matahari masih dapat masuk dan masih memungkinkan untuk terjadinya keberlangsungan proses fotosintesis. Zona ini meliputi kedalaman laut 0 – 150 meter.
2.          Zona Disfotik
Zona disfotik merupakan zona dimana cahaya matahari hanya sedikit dan tidak cukup mendukung keberlangsungan proses fotosintesis. Zona ini meliputi kedalaman laut 150 – 1.000 meter.
3.          Zona Afotik
Zona afotik merupakan zona dimana cahaya matahari sama sekali tidak dapat masuk, sehingga disebut pula zona yang gelap gulita sepanjang masa. Zona ini meiputi kedalaman lebih dari 1.000 meter. 

Berdasarkan tingkat kedalamannya, zona afotik dibagi 3, yaitu :

https://classconnection.s3.amazonaws.com/949/flashcards/532949/jpg/ocean_zones1306622808367.jpg  ·      Zona Batipelagis
Dengan kedalaman 1.000 – 3.000 meter.

·      Zona Abisal
Dengan kedalaman 3.000 – 6.000 meter.

·      Zona Hadal
Dengan kedalaman lebih dari 6.000 meter.
 
   Ekosistem Laut Dalam merupakan habitat paling luas di muka bumi ini. Ekosistem Laut Dalam berada pada kedalaman antara 700 – 10.000 meter (Zona Disfotik-Afotik), sehingga tidak lagi terjangkau oleh cahaya matahari, karenanya pada ekosistem ini tidak mungkin hidup produsen yang fotoautotraf.


Friday, May 29, 2015

Pembagian Laut Berdasarkan Luas dan Letaknya Serta zonifikasinya

     Luas lautan 361 juta km2 dan daratan 149 juta km2, sehingga luas lautan 71 % dan luas daratan 29 % dari luas permukaan bumi. Perbandingan lautan dengan daratan adalah 7 : 3 (dibulatkan). Menurut luas dan letaknya laut/lautan terdiri atas: Lautan (Samudera), laut Tepi, laut Pedalaman/laut Tengah.

a. Samudera :
 · 1. Samudera Hindia (73,3 juta km2). Nama samudera Hindia berdasarkan konsepsi  Vasco da                  Gama diambil dari nama sungai Indus di India. Batas-batasnya pantai Afrika, Asia dan Australia.        Di bagian Barat dibatasi oleh meridian yang melewati Tanjung Agulhas yaitu pada 200 BT dan          di bagian Timur meridian yang melewati pulau Tasmania yaitu pada 1400 BT.

·   2. Samudera Pasifik (165,4 juta km2). Diberi nama oleh Magelhaens yaitu orang pertama yang               mengelilingi dunia. Pasifik artinya laut tenang, oleh karena itu laut Pasifik disebut juga laut                 Teduh. Laut pinggirnya adalah laut China, laut Kuning, laut Jepang, dan laut di sebelah Timur             Indonesia. Di sebelah selatan dibatasi oleh Australia, di sebelah Barat meridian 1400 BT dan di           sebelah Timurnya meridian 670 BB yaitu meridian yang melalui Tanjung Horn (Ujung Amerika         Selatan).
·
     3. Samudera Atlantik (82,2 juta km2). Nama ini berasal dari bahasa Yunani untuk menghormati              “Raksasa Atlas” yang berdiri dipantai Afrika. Nama Atlantik ini berasal dari konsepsi Mercator,          menurut dugaannya di Atlantik itu dulu ada suatu negeri Atlantis (dongeng). Dalam literatur                lain nama Atlantik berasal dari konsepsi Columbus. Batas Utaranya sampai selat Bering, di                  sebelah Baratnya, meridian 670 BB dan di sebelah Timurnya meridian 200 BT, dengan laut                pinggirnya adalah Laut Utara, Teluk Hudson, Selat Laurence. · Kadang-kadang laut Kutub                  Utara dan Selatan disebut juga samudera Kutub Utara dan samudera yang meminggiri Kutub              Selatan. Tetapi sebenarnya kedua laut tersebut merupakan bagian dari samudera Atlantik (laut            Utara) dan laut kutub Selatan termasuk bagian dari ke tiga samudera di atas. Laut-laut tersebut            mempunyai sifat-sifat tersendiri berhubung dengan luas dan system arusnya.

b. Laut Tepi
    Laut tepi adalah laut yang terdapat dekat kontinen, sehingga mempunyai hubungan yang luas               dengan baik dengan kontinen maupun dengan lautan.

· Laut tepi di samudera Atlantik: laut Utara, laut Baltik, laut karibia, teluk Hudson, teluk                       St.Lawrence, teluk Guinea.
· Laut tepi di samudera Hindia: laut Andaman, teluk Benggala, teluk Arabia, teluk Persia, teluk             Australia Besar.
· Laut tepi di samudera Pasaifik: laut Bering, laut Jepang, laut Kuning, laut Okhotsk, laut Cina Timur,   laut China Selatan, teluk Alaska, teluk Kalifornia, laut Suhu, laut Sulawesi. Laut Maluku, laut             Arafura
· Laut tepi di samudera Arctic: laut Norwegia, laut White, laut Barent, laut Siberia Timur, teluk             Baffin.

c. Laut Pedalaman/Laut Tengah
    Laut pedalaman/laut tengah adalah laut yang berada antara daratan, biasanya dibatasi
    oleh selat yang sempit dan hubungannya dengan samudera jauh. Misalnya laut
    Tengah, laut Kaspia, laut Hitam, laut Karibia, laut Austral Asia, laut Es Utara.

   

2. Pembagian Laut Berdasarkan Kedalaman dan Zonifikasinya
    Berdasarkan kedalaman dan zonifikasinya laut terdiri dari zone lithoral, zone neritis, zone bathial,       zone abisal dan zone hadal.

    a. Zone Lithoral, merupakan zone yang ada antara pasang naik tertinggi dengan pasang surut                   terendah. Zone ini dikatakan juga zone pantai yang merupakan peralihan antara darat dengan               laut.

    b. Zone Neritis, merupakan zone laut dari pasang surut terendah sampai dengan kedalaman sekitar         200 meter. Zone neritis merupakan laut dangkal (continental shelf). Lebarnya dari garis pantai             berbeda-beda tergantung pada keadaan topografi dasar laut di depannya.
       
        Continental shelf yang luas antara lain adalah :

· Continental shelf yang ada di sebelah Timur ujung Amerika Selatan (+ 500 mil)
· Continental shelf yang meminggiri Arctic yaitu shelf laut Barent (+ 750 mil)
· Continental shelf yang ada antara Canada dengan Greenland (100 – 150 mil)
· Dangkalan Sunda merupakan continental shelf seluas 1,8 juta km2.
· Dangkalan Sahul merupakan continental shelf seluas 1,5 juta km2.

    Continental shelf terjadi akibat adanya kenaikan permukaan air laut akibat pencairan es yang ada di kutub. Menurut ahli geologi kenaikan permukaan air laut tersebut diperkiranan 100 meter. Laut yang terjadi akibat permukaan air laut naik disebut laut transgresi.

c. Zone Bathial merupakan zone dasar laut dengan kedalaman antara 200 – 1.000 meter. Umumnya         zone ini merupakan lereng yang curam yang merupakan dinding laut dalam dan sebagai pinggir           kontinen. Zone bathial disebut Continental slope. Pada continental slope sering dijumpai ngarai           (submarine canyon). Canyon ini merupakan kelanjutan dari muara-muara sungai besar, misalnya         canyon Congo, canyon sungai Indus, canyon sungai Gangga, canyon sungai Columbia, canyon           sungai Mississippi. Di Indonesia bekas palung sungai Sunda Besar baik yang mengalir ke laut             China Selatan maupun yang mengalir ke selat Makasar (system Molengraff).

d. Zone Abisal merupakan zone laut dalam ( 1.000 – 6.000 meter). Zone laut yang paling luas adalah     zone laut dalam ini. Zone ini tersebar pada ketiga samudera yang ada. Rata-rata kedalaman laut           3795 meter. Pada kedalaman ini sinar matahari tidak tembus lagi, oleh karena itu temperaturnya         rendah dan pergerakan air tidak lagi dipengaruhi oleh gelombang dan arus permukaan.

e. Zone Hadal zone laut dengan kedalaman lebih dari 6.000 meter. Biasanya zone ini berupa trench,       trough, slenk, basin. Misalnya Mariana Trench, Philipina (Mindanau) Trench, Jepan Trench, Java       Trench dan lain sebagainya.

Beberapa Ekspedisi Kelautan Dunia


    Dimulai dari perjalanan/pelayaran yang dilakukan oleh pelaut-pelaut Carthago dan Phunisia (tahun 465 S.M) yang berlayar keluar dari Laut Tengah melalui selat Gibraltar ke kepulauan Inggris. Pytheas (tahun 300 S.M) mengadakan pelayaran ke Eropa Barat terutama ke Inggris dan Islandia. Pytheas orang yang pertama yang menyatakan ada hubungan antara pasang naik-pasang surut air laut dengan bulan. Kemudian orang Viking sampai di Islandia (tahun 865) dan mendarat di Greenland (tahun 982) dimana Erik Red mendirikan koloni di sana. 

   
   Baru pada abad 15 – 16 pelayaran yang dilakukan oleh orang Sepanyol dan Portugis dengan tujuan mencari India dan Tiongkok (China). Pada tahun 1486 Bartholeus Diaz mencapai Tanjung Harapan. Tahun 1492 Christopher Columbus menemukan Amerika. Tahun 1498 Vasco de Gama mendarat di India. Pada tahun 1519 Fernando Magelhaens dengan lima kapal Sepanyol melalui selat Magelhaens – samudera Pasifik – Filipina dan di sana ia terbunuh. Tetapi rombongannya terus berlayar ke
samudera Hindia – Tanjung Harapan dan kembali ke Sepanyol. 

   Pada tahun 1616 orang Belanda Le Maire dan Schouten sampai pula di Ujung Selatan benua Amerika yang ia beri nama di Tanjung Horn. Begitu juga pelaut-pelaut Prancis menemukan pulau Bouvet yang dikiranya Tanah Selatan (Australia). 

   Pengetahuan orang tentang laut semakin berkembang setelah dilakukan expedisi (penelitian) tentang kelautan. Berikut ini beberapa expedisi laut yang terkenal :

1. Expedisi ke kutub.
     Scorsby Sr & Jr. pada tahun 1806 berangkat dari Spitsbergen mencapai lintang 81,50 LU. Peary       tahun 1827 dari Spitsbergen mencapai lintang 82,450 LU dan pada tahun 1909 ia berhasil mencapai   kutub Utara. Fridtjof Nansen (1893 – 1896) berlayar ke kutub. Amundsen mencapai kutub Selatan     pada tahun 1911 dan Scot pada bulan Januari 1912.

2. Expedisi James Cook (1772 – 1775)
   Dianggap orang yang pertama memimpin expedisi yang semata-mata berdasarkan ilmu          pengetahuan. Dalam expedisinya ia disertai ahli-ahli Ilmu Alam yang selain mengadakan      pengukuran dalamnya laut juga diadakan penyelidikan temperature. Expedisi yang terkenal yaitu    pada tahun 1772 – 1775 ke samudera Antartika sampai pada lintang 600 LS. Penyelidikannya      memperoleh kesukaran diantaranya :

a. Tekanan air yang besar pada thermometer yang menyebabkan thermometer itu menunjukkan suhu       yang terlalu tinggi.

b. Karena yang diselidiki ini jauh di dalam laut sukar diukur temperaturnya. Pada tahun 1811                   Scoresby mengerti bahwa di daerah Artik terdapat air yang lebih dingin diatas air yang kurang             dingin. Tidak sepenuhnya benar yang menyatakan makin dalam laut suhunya makin dingin.

3. Mattew Fountaine Maury (1806 – 1873).
     Sebagai pelopor Physical Oceanography, ia orang yang pertama memberi wujud kepada hakekat     Oseanografi sebagai ilmu tersendiri disamping biologi laut. Ia seorang opsir Amerika Serikat, ia         menyusun peta-peta klimatologi dan Oseanografi. Terutama peta angina dan arus laut. Berdasarkan     peta tersebut ia menyusun Sailing direction (petunjuk jalan perjalanan). Ia menyusun buku pegangan  yang pertama tentang Oseanografi yaitu The Oceanography of the sea Ia pula yang pertama    mengarahkan perhatian dunia pada perputran air laut di dunia ini baik di permukaan maupun di    dalam dan membandingkan dengan peredaran darah dalam tubuh manusia.

4). Expedisi Callenger (1872 – 1876)

       Challenger nama sebuah karvet dari angkatan laut Inggris dan diperlengkapi sebaik-baiknya            untuk expedisi tersebut dengan laboratorium-laboratorium. Expedisi ini dipimpin oleh Wyville            Thomson guru besar geologi & biologi. Expedisi tersebut berlangsung dari Desember 1872 sampai    Mei 1876. Diadakan penyelidikan mengenai arus, temperature, susunan kimia air laut serta sifat- sifat air laut lainnya. Juga diselidiki mengenai meteorology, magnetis, geologi, zoology (botani).        Kapal berangkat dari Inggris – Selat Gibraltar – Tennerife – Tanjung Harapan – perairan kutub  Selatan sampai barier es pada lintang 670 LS terus ke Australia - Hongkong dan kembali lewat Filipina – Irian Utara – Yokohama – Valvaraiso – melalui selat Magelhaen ke Montevideo - ke Timur sampai Tristan dan Chuncha – lalu kembali ke Portsmount. Hasilnya disusun oleh spesialis-spesialis dan diumumkan dalam Report of the scientific Result of the voyage of H.M.S. Challanger. Orang-orang penting dalam expedisi itu antara lain Sir John Murray (biolog dan geolog) sebagai wakil dari Wyville Thomson. John Hjart (biolog dan Oseanograf Norwegia), ia telah mengadakan penyelidikan di Samudera Atlantik Utara dengan kapal Norwegia Michael Sars tahun 1910.

    Selain dari expedisi-expedisi tersebut masih banyak para expedisi yang juga berjasa dalam penyelidikan laut. Dua expedisi yang penting pula untuk laut-laut Indonesia ialah expedisi bangsa Bel

anda seperti expedisi Siboga yang dipimpin oleh Max Webber (1899 – 1900) dan expedisi Snellius yang dipimpin oleh Van Riel (1929 –1930).
DAFTAR PUSTAKA
Anugrah Nontji. 1987. Laut Nusantara. Jakarta : Penerbit Djambatan.
Djamari & Djakaria.M.Nur. 1989. Dasar-Dasar Oseanografi Dalam Studi
Geografi. Bandung : Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS – IKIP Bandung.
------------------------. 1989. Topografi Dan Sedimentasi Dasar Samudera.
Bandung : Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS – IKIP Bandung.
Direktorat Bina Sumber Hayati. 1983. Hasil Evaluasi Potensi Sumber Daya
Hayati Perikanan Laut Di Perairan Indonesia Dan Perairan ZEE
Indonesia.
Engel, Leonard. 1979. Pustaka Alam Life. Jakarta : Penerbit Tira Pustaka.
Ross,D.A. 1970. Introduction to Oceanography. New York : Appleton –
Century – Crofts Educational Division.
Sahala Hutabarat dan Stewart M.Evans. 1986. Pengantar Oseanografi. Jakarta :
Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).
Thurman, Harold.V. 1983. Essentials Of Oceanography. Ohio: Charies E.
MerrilL Publishing Company.

Pengertian dan Ruang Lingkup Oseanografi


    Planet bumi yang kita huni ini lebih merupakan planet air, karena sebagian besar yaitu 70,8 % dari luas muka bumi merupakan laut dan 29,2 % merupakan daratan. Dari 510 juta km persegi luas muka bumi, 361 juta km persegi merupakan laut dan daratan hanya 149 juta km persegi. 
    
    Cuaca dan iklim yang memungkinkan kita hidup di planet ini dalam banyak halsangat ditentukan oleh perkembangan kondisi di laut dan udara di atasnya. Berbeda dengan daratan, seluruh laut di bumi ini merupakan medium yang bergerak dinamis dan saling berkaitan satu dengan lainnya hingga merupakan satu kesatuan yang bersinambung.

    Osean yang berarti lautan/samudra adalah subdivisi dari massa air yang luas terletak diantara kontinen-kontinen. Bagian yang lebih kecil dari Osean disebut Sea. Dalam bahasa latin Oceanus, sedangkan dalam bahasa Yunani Okeanus. Pada abad ke 13 istilah dalam bahasa Inggris biasa digunakan Sea of Ocean dan Sea Ocean dan akhirnya pada tahun 1950 biasa disebut Ocean Sea.

    Oseanografi dapat didefinikan secara sederhana sebagai ilmu yang mempelajari lautan. (Oceanography is the scientific study of the Ocean in all its aspect). Beberapa penulis telah menggunakan istilah Oceanografi dengan istilah lain yaitu Oceanology dan Thassography. Tetapi kemudian yang lebih popular yaitu Oceanografi. Study yang sama dari danau dan air tawar adalah Limnology. 
    

    Danau, sungai, air tanah, uap air di atmosfer, samudera merupakan bagian besar dari muka bumi yang dikenal sebagai Hidrosphere. Dilihat dari aspek-aspek fisiknya maka oceanografi termasuk kepada salah satu bagian dari geophysika, dilihat dari aspek chemis termasuk bagian dari ilmu kimia, dari 2 aspek geologi merupakan bagian dari ilmu geologi, serta bila dilihat dari aspek biologinya merupakan bagian dari ilmu biologi.


    Oleh karena itu meskipun oceanografi merupakan ilmu yang terpisah, tetapimerupakan pertemuan dari empat ilmu pengetahuan yaitu termasuk :

1. The physical study of water and wave movements.
2. The geological study of the form of the ocean basin and the characteristic of the
    sediments laid down in them.
3. The chemical study of the water and dissolved substances.
4. The biological study of the plant animal life in the sea.

   
    Dengan kata lain Oceanografi itu ialah Scientific study dan explorasi lautan dan laut-laut serta semua aspek-aspeknya. Termasuk sedimen,batuan yang membentuk dasar laut, interaksi antara laut dengan atmosfer, pergerakan air, serta faktor-faktor tenaga yang menyebabkan adanya gerakan tersebut baik tenaga dari dalam maupun tenaga dari luar, kehidupan organisme, susunan kimia air laut, serta asal mula terjadinya lautan dan lautlaut purbakala. Oleh karena itu oceanografi dikatakan sebagai suatu ilmu mengenai laut yang terdiri dari beberapa cabang ilmu pengetahuan seperti : geologi, meteorology, biologi, kimia fisis, geofisika, geokimia, gerakan mekanis dan aspek-aspek teoritis yang harus menggunakan ilmu pasti.

    Sahala Hutabarat dan Stewart M.Evans (1985: 1), membagi Oseanografi menjadi empat
cabang ilmu, yaitu :

1. Fisika Oseanografi :
    ilmu yang mempelajari hubungan antara sifat-sifat fisika yang terjadi dalam lautan sendiri dan             yang terjadi antara lautan dengan atmosfer dan daratan termasuk kejadian-kejadian seperti                   terjadinya tenaga pembangkit pasang dan gelonmbang, iklim dan system arus yang terdapat di             lautan.

2. Geologi Oseanografi :
    ilmu geologi penting artinya bagi kita dalam mempelajari asal terbentuknya lautan, termasuk di           dalamnya penelitian tentang lapisan kerak bumi, gunung berapi dan terjadinya gempa bumi.

3. Kimia Oseanografi :
    ilmu yang berhubungan dengan reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam dan di dasar laut dan juga     menganalisa sifat-sifat dari air laut itu sendiri.

4. Biologi Oseanografi :
    cabang ilmu oseanografi yang sering dinamakan Biologi Laut yang mempelajari semua organisma     yang hidup di lautan termasuk binatang-binatang yang berukuran sangat kecil (plankton) sampai         yang berukuran besar dan tumbuhtumbuhan air laut.

    Oseanografi juga merupakan Ilmu Lingkungan yang menerangkan semua proses di dalam samudera dan interelasi antara samudera dengan tanah,udara dan semesta alam sehingga dalam mempelajarinya selain di dalam laborarotium buatan juga perlu pergi ke laut dengan kapal-kapal expedisi melihat dan menyelidiki secara nyata.

DAFTAR PUSTAKA
Anugrah Nontji. 1987. Laut Nusantara. Jakarta : Penerbit Djambatan.
Djamari & Djakaria.M.Nur. 1989. Dasar-Dasar Oseanografi Dalam Studi
Geografi. Bandung : Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS – IKIP Bandung.
------------------------. 1989. Topografi Dan Sedimentasi Dasar Samudera.
Bandung : Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS – IKIP Bandung.
Direktorat Bina Sumber Hayati. 1983. Hasil Evaluasi Potensi Sumber Daya
Hayati Perikanan Laut Di Perairan Indonesia Dan Perairan ZEE
Indonesia.
Engel, Leonard. 1979. Pustaka Alam Life. Jakarta : Penerbit Tira Pustaka.
Ross,D.A. 1970. Introduction to Oceanography. New York : Appleton –
Century – Crofts Educational Division.
Sahala Hutabarat dan Stewart M.Evans. 1986. Pengantar Oseanografi. Jakarta :
Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).
Thurman, Harold.V. 1983. Essentials Of Oceanography. Ohio: Charies E.
MerrilL Publishing Company.