Showing posts with label Teladan. Show all posts
Showing posts with label Teladan. Show all posts

Saturday, November 7, 2015

Khadijah, Cinta Sejati Rasulullah


'Khadijah binti Khuwailid' merupakan isteri pertama Nabi Muhammad. Nama lengkapnya adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Khadijah al-Kubra, anak perempuan dari Khuwailid bin Asad dan Fatimah binti Za'idah, berasal dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy. Ia merupakan wanita As-Sabiqun al-Awwalun.

Khadijah berasal dari golongan pembesar Mekkah. Menikah dengan Nabi Muhammad, ketika berumur 40 tahun, manakala Nabi Muhammad berumur 25 tahun. Ada yang mengatakan usianya saat itu tidak sampai 40 tahun, hanya sedikit lebih tua dari Nabi Muhammad. Khadijah merupakan wanita kaya dan terkenal. Khadijah bisa hidup mewah dengan hartanya sendiri. Meskipun memiliki kekayaan melimpah, Khadijah merasa kesepian hidup menyendiri tanpa suami, karena suami pertama dan keduanya telah meninggal. Beberapa sumber menyangkal bahwa Khadijah pernah menikah sebelum bertemu Nabi Muhammad. Khadijah dikenal sebagai wanita suci di zamannya tatkala di antara lingkungannya sudah kotor. Beliau, Khadijah betul-betul pilihan Tuhan yang dipersiapkan untuk menjadi istri Nabi Muhammad.


Pada suatu hari, saat pagi buta, dengan penuh kegembiraan ia pergi ke rumah sepupunya, yaitu Waraqah bin Naufal. Ia berkata, “Tadi malam aku bermimpi sangat menakjubkan. Aku melihat matahari berputar-putar di atas kota Mekkah, lalu turun ke arah bumi. Ia semakin mendekat dan semakin mendekat. Aku terus memperhatikannya untuk melihat kemana ia turun. Ternyata ia turun dan memasuki rumahku. Cahayanya yang sangat agung itu membuatku tertegun. Lalu aku terbangun dari tidurku". Waraqah mengatakan, “Aku sampaikan berita gembira kepadamu, bahwa seorang lelaki agung dan mulia akan datang meminangmu. Ia memiliki kedudukan penting dan kemasyhuran yang semakin hari semakin meningkat". Tak lama kemudian Khadijah ditakdirkan menjadi isteri Nabi Muhammad.

Ketika Nabi Muhammad masih muda dan dikenal sebagai pemuda yang lurus dan jujur sehingga mendapat julukan Al-Amin, telah diperkenankan untuk ikut menjualkan barang dagangan Khadijah. Hal yang lebih banyak menarik perhatian Khadijah adalah kemuliaan jiwa Nabi Muhammad. Khadijah lah yang lebih dahulu mengajukan permohonan untuk meminang Dia, yang pada saat itu bangsa Arab jahiliyah memiliki adat, pantang bagi seorang wanita untuk meminang pria dan semua itu terjadi dengan adanya usaha orang ketiga, yaitu Nafisah Binti Munyah dan peminangan dibuat melalui paman Muhammad yaitu Abu Thalib. Keluarga terdekat Khadijah tidak menyetujui rencana pernikahan ini. Namun Khadijah sudah tertarik oleh kejujuran, kebersihan dan sifat-sifat istimewa Dia ini, sehingga ia tidak memedulikan segala kritikan dan kecaman dari keluarga dan kerabatnya.


Setelah menikah dengan Rasulullah, Khadijah menyerahkan segala urusan karirnya sebagai seorang pengusaha kepada Rasulullah. Karena ia percaya laki-laki lebih cermat dalam segala urusan yang bersifat material dan dia memilih karir yang lebih mulia, yaitu menjadi seorang ibu rumah tangga. Pengayom anak-anak dan suaminya serta pelengkap dunia bagi Rasulullah.

Mengenai ketertarikannya kepada Nabi Muhammad, Khadijah mengatakan “Jika segala kenikmatan hidup diserahkan kepadaku, dunia dan kekuasaan para raja Persia dan Romawi diberikan kepadaku, tetapi aku tidak hidup bersamamu, maka semua itu bagiku tak lebih berharga daripada sebelah sayap seekor nyamuk.”

Khadijah dengan kecerdasan dan kejernihan perasaannya mendobrak tradisi jahiliyah dengan mendampingi Rasulullah dalam dakwahnya, menjadi penasehat terbaik Rasulullah dan tempat Rasulullah kembali setelah segala kepenatannya mengurusi segala urusan dunia. Khadijah lah yang senantiasa memberikannya kasih sayang dan ketegaran dalam segala rintangan yang Rasulullah hadapi.


Sewaktu malaikat turun membawa wahyu kepada Muhammad, maka Khadijah adalah orang pertama yang mengakui kenabian suaminya, dan wanita pertama yang memeluk Islam. Beliau turut menenangkan hati Rasulullah, di kala kegalauan Nabi sewaktu wahyu pertama turun. Khadijah berkata, "Tidak demikian, tapi bergembiralah. Maka demi Allah, Allah takkan Mencelakakan engkau selamanya; engkau suka menyambungkan tali silaturahim, dan selalu jujur dalam bicara, meringankan derita orang lain, menyantuni orang tak mampu, menjamu tamu, dan menolong orang lain untuk mendapatkan haknya." Sepanjang hidupnya bersama Nabi, Khadijah begitu setia menyertainya dalam setiap peristiwa suka dan duka. Setiap kali suaminya ke Gua Hira’, ia pasti menyiapkan semua perbekalan dan keperluannya. Seandainya Nabi Muhammad agak lama tidak pulang, Khadijah akan melihat untuk memastikan keselamatan suaminya. Sekiranya Nabi Muhammad khusyuk bermunajat, Khadijah tinggal di rumah dengan sabar sehingga Beliaau pulang. Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, dia coba sekuat mungkin untuk mententram dan menghiburkan, sehingga suaminya benar-benar merasai tenang. Setiap ancaman dan penganiayaan dihadapi bersama. Allah mengkaruniakannya 6 orang anak, yaitu Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqaiah,Ummi Kultsum, dan Fatimah.

Dalam banyak kegiatan peribadatan nabi Muhammad, Khadijah pasti bersama dan membantunya, seperti menyediakan air untuk mengambil wudhu. Nabi Muhammad menyebut keistimewaan terpenting Khadijah dalam salah satu sabdanya, “Di saat semua orang mengusir dan menjauhiku, ia beriman kepadaku. Ketika semua orang mendustakan aku, ia meyakini kejujuranku. Sewaktu semua orang menyisihkanku, ia menyerahkan seluruh harta kekayaannya kepadaku.” Khadijah telah hidup bersama-sama Nabi Muhammad selama 24 tahun dan wafat dalam usia 64 tahun 6 bulan. Beliau meninggal di gunung Hujun, dan dimakamkan di pemakaman dekat Mekkah setelah sakit-sakitan dan melemah setelah lama menahan rasa lapar setelah masa boikot oleh orang Quraisy selama 3 tahun.


Khadijah adalah satu-satunya istri yang tidak pernah di duakan oleh Rasulullah, hingga dia wafat pun Rasulullah tidak bisa berhenti mencintainya. Sepeninggal Khadijah, Rasulullah merasakan kesedihan yang sangat mendalam sehingga turun perintah agar Rasulullah menikah lagi. Kemudian Rasulullah menikah dengan Aisyah, putri dari Abu Bakar yang saat itu masih kecil dan belum baligh dan beberapa janda. Diantara semua istrinya, Rasulullah paling dekat dengan Aisyah setelah ia dewasa, namun tetap saja Aisyah tidak dapat menggantikan Khadijah dalam hati Rasulullah. Hingga  suatu hari Aisyah pernah mengatakan "Aku tidak pernah merasakan kecemburuan yang begitu besar selain pada Khadijah, padahal dia sudah tiada tapi kerap kali ku jumpai Rasulullah masih sering  menyebut namanya."

Suatu hari aku tanyakan kepada rasulullah "Jika ada dua buah yang satu segar sedang yang satu layu kau akan pilih yanga mana ?" Lalu rasulullah menjawab "yang segar"  lalu kembali ku bertanya  "Mengapa engkau masih sering menyebut perempuan tua itu (Khadijah) sedang aku disismu lagipula aku lebih cantik dan muda ?" Lalu Rasulullah menjawab lagi "Karena dia adalah ibu dari anak-anakku, dialah yang senantia menemaniku di waktu sukar senangku sungguh kecintaanku terhadapnya tak akan tergantikan" Rasulullah pun pernah mengatakan "sebaik-baik wanita dunia adalah Khadijah"


"Sesungguhnya manusia diciptakan dari satu jiwa (adam) dari jiwa itu allah menciptakan pasangannya ( Q.S. An-Nisa Ayat 1 )"

Sesungguhnya banyak cara allah mempertemukan cinta sejati. Tak selalu yang pertama tak selalu yang paling utama, namun tulang rusuk akan mengenali siapa pemiliknya.

Referensi

"Khadijah The True Love Story of Muhammad" - Abul Mun'im Muhammad
Yaqut, Syaikh Muhammad (Oktober 2014). "Pelajaran Berharga dari Kehidupan Khadijah". Qiblati 9 (2): 73 – 77. ISSN 1907-0039.
Hadits riwayat Bukhari no.4572

Monday, August 24, 2015

Renungan kecil di Keramaian Kota

Renungan kecil di Keramaian Kota
 

     Pagi itu seperti biasa saya berangkat pagi setelah subuh dari rumah, ke tempat penyimpanan motor di bilangan cawang, uki, walau sering terlambat, kali ini saya datang lebih awal ketempat menunggu bis antar jemput yang membawa saya ke kantor, saya menyukai naik bus jemputan karena lelah berkendara dari depok-cikarang. Tidak tahan kemacetan ibu kota.

     Seperti biasa saya duduk bersama rekan rekan sambil menunggu jemputan. Tetapi karena saya datang lebih awal, munculah seorang bocah lelaki yang seperti biasa menawarkan Koran kepada semua penduduk shelter.

    "Koran, Koran, Kompas, Media, tempo, republika, warta kota" begitu teriak bocah laki-laki tersebut menawarkan Koran kepada kami. "Koran bang" dia menawari ku untuk membeli Koran. "seperti biasa kompas satu" kataku meminta Koran yang biasa kubaca setiap pagi.

    Tangan mungilnya dengan cekatan memilih Koran yang kuminta diantara tumpukan Koran dagangannya. "ini bang Koran kompasnya" memberi Koran yang aku minta kepadanya, "nih ada kembaliannya engga" kataku sambil menyodorkan uang Rp 50.000, kepadanya. "beres bang, pasti ada" segera dikeluarkan kembaliannya dari tas gembloknya yang kotor, "wah pagi-pagi uangnya dah banyak ya" kataku kepada bocah tersebut.

   "Alhamdulillah bang, rejeki saya lagi lancar" katanya sambil tersenyum senang. Dan setelah itu diapun berlalu menawarkan Koran kepada para penghuni shelter lainnya.

Hasrat Untuk Berubah


HASRAT UNTUK BERUBAH

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal,
Aku bermimpi ingin merubah dunia.
 



 
Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,
Kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah.
Maka cita-cita itu pun agak kupersempit,
Lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku.
 
Namun tampaknya,
Hasrat itu pun tiada hasilnya.
 
Ketika usiaku semakin senja,
Dengan semangatku yang masih tersisa,
Kuputuskan untuk mengubah keluargaku,
Orang-orang yang paling dekat denganku...
 
Tetapi celakanya,
Mereka pun tidak mau diubah!
 
Dan kini, 
Sementara aku berbaring saat ajal menjelang,
Tiba-tiba kusadari...
 

Kemenangan dibalik Kekalahan

   Kemenangan dibalik Kekalahan
 
   Semua berawal dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki hal yang kuperlukan untuk dapat melakukannya. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu terjadi. Gedung putih mengumumkan mencari warga sipil untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu haruslah seorang guru. Aku warga sipil, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos.
   http://cdn2.ubergizmo.com/wp-content/uploads/2015/03/Nasa.jpg

   Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan! Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku. Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center. Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobia, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini?

Friday, June 12, 2015

Tokoh : William Shakespeare

William Shakespeare



(lahir di Stratford-upon-Avon, Warwickshire, Inggris, 26 April 1564 – meninggal di Stratford-upon-Avon, Warwickshire, Inggris, 23 April 1616 pada umur 51 tahun) adalah seorang penulis Inggris yang seringkali disebut orang sebagai salah satu sastrawan terbesar Inggris. Ia menulis sekitar 38 sandiwara tragedi, komedi, sejarah, dan 154 sonata, 2 puisi naratif, dan puisi-puisi yang lain. Ia menulis antara tahun 1585 dan 1613 dan karyanya telah diterjemahkan di hampir semua bahasa hidup di dunia dan dipentaskan di panggung lebih daripada semua penulis sandiwara yang lain.

Shakespeare lahir di Stratford-upon-Avon, Inggris, pada bulan April 1564, sebagai putra John Sekspeare dan Mary Arden. Ayah William cukup kaya ketika ia lahir dan memiliki bisnis pembuatan sarung tangan namun kemudian ia menjadi agak miskin setelah menjual wol secara ilegal. Shakespeare tidak mengikuti jejak ayahnya. Pada zaman itu, sekolah umum baru dimulai di Inggris. Sebelumnya, hampir semua anak tidak tahu cara membaca dan menulis, mereka hanya belajar suatu keterampilan atau bertani. Shakespeare pergi ke salah satu sekolah umum yang baru ini Ia belajar Latin, yang merupakan bahasa semua kaum terpelajar, tidak peduli dari negara mana mereka berasal.. Dari London ke Lisbon, dari Aleksandria ke Konstantinopel, dari Tunis ke Yerusalem, semua orang terpelajar berbicara Latin dan bahasa ibu mereka. Semua dokumen penting, baik dokumen negara, gereja, atau perdagangan, ditulis menggunakan Latin.

Shakespeare juga mempelajari karya-karya para penulis dan filosofer dari Yunani Kuno dan Romawi. Lebih dari 100 tahun berlalu sejak Johannes Gutenberg memperkenalkan percetakan ke Eropa pada tahun 1452. Shakespeare dan orang Inggris lain yang dapat membaca ─ dan mampu membeli ─ buku-buku menjadi akrab dengan kisah-kisah dari berbagai tempat seperti Italia, Perancis, Asia Minor, dan Afrika Utara

Beberapa kisah-kisah ini menjadi dasar cerita-cerita terbesar Shakespeare. Contohnya, The Golden Ass karya Apuleius, sebuah kisah kuno dari Afrika Utara, kemungkinan merupakan kisah yang menginspirasikan Impian di Tengah Musim. Shakespeare meminjam cerita untuk Romeo dan Juliet dari seorang penulis Inggris lain, yang mendapatkannya dari seorang penulis Perancis, yang menerjemahkannya dari kisah abad ke-16 oleh Luigi da Porta dari Italia yang bersumpah bahwa cerita tersebut adalah berdasarkan cerita nyata.
Di dalam dunia Shakespeare, terdapat susunan-susunan yang telah diterima secara umum. Hampir semua orang di Inggris adalah Kristen. Di hierarki terbawah terdapat kaum pekerja, di atasnya para petani dan pedagang, lalu para pendeta dan pengawal, lalu naik lagi para kesatria, tuan tanah, uskup agung, dan para adipati. Sang monarki bertakhta di puncak tatanan sosial. Di Inggris, monarki tersebut adalah Ratu Elizabeth I (yang dilanjutkan dengan kemenakannya, James I).

Elizabeth I memerintah Inggris hampir selama hidup Shakespeare. Pada zaman tersebut tidak ada peperangan. Diplomasi sang ratu membuat kedua seterunya Perancis dan Spanyol terjaga seimbang. Perdagangan berkembang. London menjadi kota yang padat, ramai, dan penuh dengan peluang. Rumah-rumah sandiwara dibangun di London; teater-teater tersebut adalah tempat yang populer dikunjungi masyarakat.
Sistem kelas pada zaman Shakespeare dapat saja sudah memiliki susunan-susunan, namun hal tersebut tidak statis. Orang-orang mulai berpikir tentang mereka sendiri. Shakespeare hidup di zaman Renaisans yang berarti "kelahiran kembali" yang terjadi pada abad ke-15 hingga abad ke-17 di Eropa.

Renaisans Eropa menghidupkan kembali pembelajaran klasik. Pada zaman tersebut terdapat gerakan kebangkitan minat terhadap seni, musik, dan arsitektur. Suatu dunia yang tua dan stagnan tiba-tiba berubah menjadi hidup dan vibran. Meskipun hampir semua orang percaya bahwa susunan matahari, bulan, bintang, dan planet memengaruhi nasib mereka, beberapa orang mulai mengubah cara berpikir mereka tentang diri mereka dan dunia yang mereka tinggali. Mereka mulai memahami kekuasaan dan posisi pemerintahan diciptakan oleh manusia, bukan ditentukan oleh Tuhan sejak lahirnya. Mereka menyadari bahwa kekristenan bukanlah satu-satunya agama di dunia. Dan karena banyak di antara mereka mulai dapat membaca, maka banyak juga yang tidak ingin tinggal di kelas sosial tempat mereka dilahirkan. Banyak petualang Renaisans menggunakan cara mereka sendiri-sendiri untuk mencari rezeki dan mengembangkan kehidupan mereka. Shakespeare adalah salah satu dari orang-orang tersebut.

Pada awal 1590-an, William Shakepseare mengokohkan dirinya sebagai seorang penulis sandiwara dan aktor di London. Selain itu, ia juga memiliki bagian dari rumah sandiwara tempat ia dan teman-temannya bermain. Itu mungkin adalah sumber penghasilannya. Shakespeare menikahi Anne Hathaway, yang delapan tahun lebih tua darinya, pada tanggal 28 November 1582 di Temple Grafton, dekat Stratford. Anne kala itu hamil tiga bulan. Bersama-sama mereka dikaruniai tiga anak: Susanna, dan si kembar Hamnet dan Judith. Istri dan ketiga anaknya tinggal di Stratford, dan kemungkinan besar Shakespeare pergi mengunjungi mereka setahun sekali. Pada tahun 1596 Hamnet meninggal dunia. Karena kemiripan nama, banyak orang berpikir bahwa hal ini mengilhaminya untuk menulis The Tragical History of Hamlet, Prince of Denmark.

Shakespeare menjadi orang teater yang sangat terkenal, sangat populer, dan sangat kaya. Ratu Elizabeth I sangat menyukai karya-karyanya; begitu pula dengan Raja James I, penerusnya. Pada pemerintahan James I, Shakespeare dan kawan-kawan terkenal dengan sebutan "Orang-orang Raja" karena Raja James I adalah pengunjung mereka yang spesial. Shakespeare dan Orang-orang Raja bermain di istana kerajaan, di teater Globe dan di rumah sandiwara mereka, dan teater Blackfriars. Untuk mendapatkan lebih banyak uang, mereka juga mengadakan tur keliling Inggris, terutama pada saat-saat wabah penyakit menjangkit Inggris.
Orang-orang zaman Elizabeth tidak memandang pemain atau penulis sandiwara adalah pekerjaan yang terhormat. Pergi ke teater pada zaman tersebut tidak sama seperti pergi ke teater pada saat ini, hal itu lebih seperti pergi menonton pertandingan sepak bola!

Teater-teater zaman Elizabeth merupakan bangunan kayu yang bertingkat-tingkat. Para penonton duduk di ketiga sisi atau berdiri di tengah-tengah lantai. Bagian tengah teater terbuka atapnya karena pada zaman itu belum ada penerangan buatan. Ribuan orang berjejalan di teater untuk pertunjukan sore hari. Para penonton berteriak-teriak di belakang para aktor. Teater Globe adalah tempat yang padat pengunjung, bising, dan berjejal-jejalan.

Puluhan ribu orang yang memadati untuk melihat sandiwara Shakespeare akan dapat mendengar 1700 kata yang diciptakan oleh Shakespeare. Banyak kata-kata ciptannya yang saat ini masih digunakan. Contohnya: "deafening" (menulikan), " hush", " hurry" (lekas), " downstairs" (di bawah), " gloomy" (sedih), " lonely" (sendirian), " embrace" (pelukan), " dawn" (senja). Ejaan yang digunakan Shakespeare pun berbeda dari zamannya. Orang-orang zaman Elizabeth mengeja kata-kata seperti yang tertulis, seperti Latin dan Indonesia. Tidak ada cara "yang benar" untuk mengeja. Orang-orang menulis suatu kata seperti ejaan yang mereka inginkan. Jika ingin menulis "me" (saya) tapi ingin memberikan penekanan pada kata tersebut, maka kata tersebut akan dituliskan "mee". Jika sang penulis ingin kata tersebut dibaca seperti orang berteriak dari atap rumah, maka kata tersebut akan dituliskan "Meee".

Dalam teks Shakespeare akan dijumpai kata "stayed" (tinggal) dieja "stay'd", karena Shakespeare ingin mengucapkan kata tersebut sebagai satu suku kata (baca: 'steid') seperti ejaan bahasa Inggris sekarang, bukan dua suku kata (baca: 'stei-ed'). Bahasa Inggris modern banyak menggunakan penulisan dari zaman dahulu namun dengan menggunakan ejaan yang baru. Contohnya kata "knight" (kesatria) dulunya dieja sama seperti tulisannya (baca: 'k-ni-gh-t' 4 suku kata). Di dalam budaya oral seperti zaman Shakespeare, orang-orang memedulikan detail intonasi, nada suara, dan bunyi yang ditimbulkan pada waktu mereka berbicara sehingga bahasa lisan yang digunakan lebih kaya pada zaman dahulu daripada zaman sekarang.

   William Shakespeare menulis selama dua puluh lima tahun, menciptakan tiga puluh enam hingga tiga puluh sembilan karya yang diketahui hingga saat ini. Topik yang dicakup beragam mulai dari roman komik hingga perang saudara, dari permainan domestik hingga kejadian politis yang menggegerkan dunia. Namun tiga hal yang mendasari seluruh karyanya adalah pertanyaan-pertanyaan: Apa artinya untuk hidup? Bagaimana cara kita hidup? Apa yang harus kita lakukan?

Sandiwara Shakespeare menawarkan pemahaman yang mendalam terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut. Itulah sebabnya mengapa ahli-ahli literatur mempelajari karyanya, politikus-politikus mengutipnya, filosofer-filosofer menemukan cara berpikir yang baru dari membaca dan membaca ulang karyanya. Mempelajari Shakespeare adalah seperti mempelajari hidup dari berbagai sudut pandang: psikologis, politis, filosofis, sosial, spiritual. Ritme yang digunakannya dalam kata-katanya terefleksi dalam ritme tubuh kita. Memainkan peranan sandiwara Shakespeare di panggung membuat seseorang menyadari seberapa dalam seseorang harus menarik napas supaya suaranya dapat terdengar sampai ujung ruangan.

Shakespeare berhenti menulis pada tahun 1611 dan meninggal dunia beberapa tahun kemudian pada 1616. Sampai wafatnya ia tetap menikah dengan Anne. Pada batu nisannya tertulis: "Blest be the man who cast these stones, and cursed be he that moves my bones." (bahasa Indonesia: "Terbekatilah ia yang menaruh batu-batu ini, dan terkutuklah ia yang memindahkan tulang-tulangku.")
Karya-karya dari William Shakespeare
Tragedi
•             Romeo and Juliet
•             Macbeth
•             King Lear
•             Hamlet
•             Othello
•             Titus Andronicus
•             Julius Caesar
•             Antony and Cleopatra
•             Coriolanus
•             Troilus and Cressida
•             Timon of Athens
Komedi
•             The Comedy of Errors
•             All's Well That Ends Well
•             As You Like It
•             A Midsummer Night's Dream
•             Much Ado About Nothing
•             Measure for Measure
•             The Tempest
•             Taming of the Shrew
•             Twelfth Night, or What You Will
•             The Merchant of Venice
•             The Merry Wives of Windsor
•             Love's Labour's Lost
•             The Two Gentlemen of Verona
•             Pericles Prince of Tyre
•             Cymbeline
•             The Winter's Tale




Sejarah
•             Richard III
•             Richard II
•             Henry VI, part 1
•             Henry VI, part 2
•             Henry VI, part 3
•             Henry V
•             Henry IV, part 1
•             Henry IV, part 2
•             Henry VIII

•             King John

Tuesday, June 2, 2015

Blood4LifeID : Setetes Darah Kita Berarti Untuk Mereka

    Blood For Life Indonesia (BFL) merupakan sebuah komunitas, yang dengan sukarela membantu orang lain yang membutuhkan darah. Menjadi jaringan penghubung antara orang yang membutuhkan darah tadi, dengan orang yang bisa dan mau mendonorkan darahnya. Didirikan oleh Valencia M. Randa atau yang lebih dikenal melalui akun twitternya @JustSilly, pada tanggal 19 Maret 2009.

    Awal movement Blood For Life Indonesia dimulai dari Mailing List (milis), dengan jumlah 44 orang anggota dari pembaca blog pendirinya. Dan sekarang menggunakan social media Facebook dan Twitter @Blood4LifeID yang followersnya mencapai 50.000 lebih Followers.

Tujuan Blood For Life Indonesia

   Blood For Life Indonesia didirikan untuk menutupi kekosongan Palang Merah Indonesia (PMI). Ketika stok darah PMI yang di butuhkan pasien itu kosong, kerabat pasien akan diminta untuk mencari orang yang darahnya sesuai dengan yang dibutuhkan. Untuk membantu pencarian itu, kerabat pasien dapat meminta bantuan kepada BFL.

     Blood For Life Indonesia pernah mendapatkan penghargaan Strong Movement in Blood Donation, by US Embassy di tahun 2011, dan juga penghargaan Web HERO by Google Chrome Singapore di tahun yang sama. Pernah juga diundang sebagai bintang tamu diacara Kick Andy bersama Ketua Palang Merah Indonesia, bapak Jusup Kalla.

Program-Program Blood For Life Indonesia

Yayasan (Sahabat) Valencia Peduli

   Pada tanggal 11 Desember 2013 lalu, telah dibentuk pengurus kecil untuk melegalkan gerakan @Blood4LifeID ini dalam bentuk Yayasan. Yayasan ini didirikan untuk memayungi pergerakan-pergerakan sosial yang dilakukan oleh pendiri Blood For Life Indonesia. Seperti Blood For Life Indonesia, BFL Actions, Blooderhood, Saudarah Indonesia, dan juga Rumah Harapan yang membantu pendidikan anak anak jalanan.

     Blood For Life Indonesia, BFL Actions, Blooderhood, dan Saudarah Indonesia merupakan 
pergerakan yang saling terintegrasi untuk mempermudah anggota dan orang lain bisa saling membantu. Terutama membantu dalam hal pemenuhan kebutuhan darah dan pemenuhan biaya penyembuhan.

BFL Actions & BFL Campus (Relawan Sosial)

    BFL Actions merupakan kumpulan Relawan BFL yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, menjadi perwakilan BFL yang ada di kota kota di Indonesia. Tidak hanya relawan untuk pemenuhan kebutuhan darah, tapi mereka juga melakukan aksi-aksi sosial yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar yang membutuhkan.


   Dibawah BFL Actions, akan ada yang namanya "BFL Campus" yang merupakan komunitas relawan BFL yang basisnya ada di kampus. 

Misi dari BFL Campus adalah:

      Mensosialisasikan pentingnya Donor Darah untuk diri sendiri dan orang lain yang membutuhkan.
Membuat acara Donor Darah dikampus bersama KSR (Korps Suka Rela ) PMI di kampus (Jika ada).
Menjadi relawan BFL untuk terjun kemasyarakat yang membutuhkan bersama relawan BFL yang lain, terutama saat terjadi bencana alam.

     Untuk mendaftarkan diri sebagai Relawan BFL Actions atau BFL Campus, dapat mengisi form pendaftaran di www.Blood4LifeID.com/relawan

Saudarah Indonesia (Blood Type Community)

    Manusia memiliki tipe darah yang berbeda, ada tipe darah A, B, O, dan AB. Dan untuk saat ini, tipe darah yang ditransfusi harus sama tipenya dengan darah pasien. Untuk mempermudah pencarian orang yang memiliki darah yang sama, maka dibuatlah Saudarah Indonesia yang merupakan sub komunitas dari BFL.

    Sub Komunitas yang mengumpulkan orang berdasarkan golongan darahnya, diharapkan setiap cluster golongan darah disetiap kota melakukan Gathering Offline secara rutin. Fungsinya agar mereka bisa saling mengenal dan akrab satu dengan yang lain.

      Dengan begitu, ketika salah satunya membutuhkan transfusi darah dan stok darah di PMI kosong, mereka tau siapa saja yang bisa dimintai pertolongan. Jika dari Saudarah-nya tidak ada yang bisa mendonorkan, baru menghubungi admin BFL untuk dicarikan orang dengan tipe darah yang dibutuhkan.

Blooderhood (Donation)

   Semua pergerakan sosial membutuhkan biaya untuk membantu bergerak, termasuk gerakan gerakan yang ada dibawah Yayasan. Agar dapat membantu lebih banyak orang lagi, maka dibentuklah Blooderhood yang merupakan kumpulan para donatur tetap dari yayasan.

     Donasi yang terkumpu nanti juga akan disalurkan kepada orang-orang yang sedang menderita penyakit yang berhubungan dengan darahnya. Seperti Thalassemia, ITP, Kanker Darah, dll.



Donasi dapat disalurkan ke Rekening (sementara) Blood4LifeID :

Bank Central Asia KCP. Kalimalang - Jakarta Timur
No. Rek 2302330213 (a/n) Mayke Randa / Ferdian Kelana

Bank Mandiri KCP. Pondok Kelapa - Jakarta Timur
No. Rek 1660001022920 (a/n) Mayke Randa / Ferdian Kelana

Konfirmasi ke email Blood4LifeID@gmail.com atau SMS/WA 08891476099 (Ferdian)

Rumah Harapan (Rumah Singgah Pasien Anak)

    Banyak pasien anak dari daerah di rujuk ke RSCM Jakarta, yang membuat pasien kehabisan tempat/kamar disana. Bahkan ada yang sampai menginap di lorong rumah sakit, karena tidak mendapatkan kamar.

  
    Banyak diantara pasien itu, dari keluarga yang tidak mampu dan tidak memiliki keluarga di Jakarta. Kalau pun ada, kondisi rumah saudaranya tidak layak untuk tinggal pasien anak ini. Maka dari itu, founder BFL membuat Rumah Harapan dengan menyewa rumah di daerah Tebet sebagai tempat singgah pasien anak dari keluarga kurang mampu.

   Rumah Harapan ini juga berfungsi sebagai kantor sekretariat dari Yayasan dan tempat berkumpulnya para Relawan BFL.

Alamat Rumah Harapan & Yayasan (Sahabat) Valencia Peduli

Jl. Tebet Timur II B no.1
Jakarta Selatan - Indonesia.

Contact Information

Email     : Blood4LifeID@gmail.com

Akademi Berbagi : Berbagi Bikin Happy





    Akademi berbagi merupakan sebuah organisasi nirlaba yang digawangi para anak-anak muda yang visioner, cinta bangsa dan negara  yang tidak tinggal saat menyaksikan kondisi pendidikan di negeri ini yang semakin berpihak pada mereka yang berkantong tebal. Mereka ingin membuat sebuah terobosan perubahan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

    Akademi berbagi adalah gerakan sosial nirlaba yang bertujuan untuk berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang bisa diaplikasikan langsung sehingga para peserta bisa meningkatkan kompetensi di bidang yang telah dipilihnya. Bentuknya adalah kelas-kelas pendek yang diajar oleh para ahli dan praktisi di bidangnya masing-masing. Kelasnya pun berpindah-pindah sesuai dengan ketersediaan ruang kelas yang disediakan oleh para donatur ruangan.

    Berawal dari media-social twitter dengan kelas perdana di bulan Juli tahun 2010 di Jakarta, mencoba mengkolaborasikan kegiatan online dengan offline, saat ini kelas-kelas Akademi Berbagi telah tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia. Disebarkan melalui cerita dari mulut ke mulut juga melalui jaringan pertemanan antar komunitas, Akademi Berbagi berusaha menjaga konsistensi kegiatan dengan terus berkomunikasi melalui jaringan berbasis internet. Sebut saja kota: Medan, Palembang, Jambi, Bandung, Solo, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Malang, Balikpapan, Makassar, Ambon, Ende, Madura dan masih banyak lagi kota-kota lain yang siap menyelenggarakan kelas #akber. Berbagai macam topik telah diberikan di dalam kelas-kelas Akademi Berbagi, diantaranya: Social Media, Advertising, Jurnalistik, Public Speaking, Public Relation, Financial, Entrepreneurship, Kreatif, Musik, Fotografi dan masih banyak lagi.

Sejarah Akademi Berbagi

    Pada tahun 1922 di Yogjakarta, Ki Hadjar Dewantara mendirikan sekolah dengan nama Taman Siswa. Dengan kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan rakyat, sangatlah layak ketika kemudian beliau diangkat sebagai Bapak Pendidikan. Tetapi adakah yang tahu alasan beliau memberi nama sekolah dengan “taman?”

    Apa yang Anda bayangkan tentang taman? Sebuah tempat yang indah dan menyenangkan, semua orang bisa datang berkunjung, duduk dan menikmati suasana senang dan gembira. Satu sama lain saling bertukar sapa atau bermain bersama. Begitulah seharusnya sebuah tempat belajar. Semua orang bisa datang, belajar dengan senang, dan mendapatkan ilmu dengan gembira. Tidak ada batasan siapa yang boleh datang. Menyenangkan bukan?

    Sekarang tempat belajar identik dengan sekolah. Dan sekolah identik dengan bangunan kokoh, bahkan gedung berpagar tinggi rapat, terpisah dengan dunia luar.  Seakan institusi pendidikan tidak berhubungan dengan dunia luar.

    Kegelisahan kami dan mungkin juga kegelisahan banyak orang saat ini adalah adanya diskriminasi di bidang pendidikan. Padahal pendidikan adalah hak semua warga negara. Dan ilmu adalah bagian penting dalam kehidupan manusia, tetapi ketika ilmu tidak lagi mudah diakses bagaimana manusia Indonesia akan memiliki kehidupan yang lebih baik secara adil?

    Akademi Berbagi lahir dari kegelisahan itu. Dunia social media membuat kita terhubung dan bisa berkomunikasi dengan banyak orang hebat. Hal ini membuat kita berinisiatif membuat kelas belajar gratis dengan pengajar para praktisi dan para ahli yang mempunyai kompetensi di bidangnya. Sehingga kita tidak hanya mendapatkan ilmu tetapi juga pengalaman dan wawasan. Penting bagi kita untuk mendengarkan langsung dari para pelaku agar kita sadar di dunia ini tidak ada yang instant, segala sesuatu butuh proses, waktu dan perjuangan. Keinginan untuk cepat sukses telah merusak mental manusia secara sistematis.

    
    Banyak cerita haru dan membahagiakan di Akademi Berbagi. Satu per satu murid menuliskan di twitter betapa senangnya mereka mendapatkan pencerahan dan ilmu setelah ikut kelas, atau twitter gurunya yang puas setelah mengajar dan ketagihan ingin mengajar lagi lagi dan lagi.

    Sebuah gerakan yang dimulai dari kegiatan kelas kecil, ternyata mampu memberikan kaki pada mimpi mereka sehingga mimpi bukan lagi sekedar angan yang kemudian hilang, tetapi mimpi yang menginjak bumi dan berlari untuk diwujudkan menjadi karya nyata.

    Di Akademi Berbagi semua orang bisa belajar, tanpa batasan. Semua punya kesempatan yang sama. Tidak ada perbedaan ekonomi, kedudukan, maupun geografis, karena ilmu pengetahuan adalah hak semua warga negara. Selain itu kita juga bisa membangun jaringan. Networking menjadi instrumen penting untuk kemajuan diri.

    Pertama kali diselenggarakan pada bulan Juni 2010, karena keinginan belajar pendirinya, Ainun Chomsun (@pasarsapi).  Sosialisasi kegiatan ini hanya menggunakan social media, tetapi dampaknya luar biasa. Bukan hanya guru, untuk mendapatkan tempat belajar serta relawan juga melalui social media. Karena sederhana, kegiatan ini kemudian diduplikasi dengan sangat cepat di berbagai wilayah.

    Akademi Berbagi adalah gerakan yang menggabungkan jaringan ONLINE dan OFFLINE. Walaupun Akademi Berbagi tidak dibangun dengan mimpi yang besar, tetapi dikerjakan secara konsisten dan komitmen oleh para relawan. Saat ini Akademi Berbagi sudah menyebar luas di berbagai kota.


    Visi Akademi Berbagi  adalah menjadi sebuah wadah pembelajaran, yang menghubungkan orang-orang  dari berbagai latar belakang, kedudukan, geografis yang ada di setiap kota di seluruh Indonesia sehingga menjadi sarana untuk memajukan kota masing-masing.

    Menjalankan sebuah gerakan sosial itu tidak mudah, dan semakin besar gerakan tantangan pun semakin berat. Tetapi ketika semua dilakukan dengan senang hati maka tidak ada yang susah di dunia ini. Mari sebarkan virus Akademi Berbagi, karena “Berbagi Bikin Happy”.

Kelas Akademi Berbagi

Kelas Akademi Berbagi pada awalnya hanya menggunakan twitter kemudian menyusul blog di : akademiberbagi.blogdetikcom. Untuk menyelamatkan catatan sejarah, berikut arsip tulisan dari blog tersebut pada tanggal 19 Agustus 2010

Saat ini kelas yang sudah dilaksanakan :

1. Kelas Copy Writing sesi 1&2
2. Kelas Art Directing sesi 1&2
3. Kelas Copy writing sesi 1
4. Kelas Jurnalistik Online untuk umum sesi 1
5. Kelas Jurnalistik Online untuk mahasiswa sesi 1, 2, 3
6. Kelas Social media sesi 1
7. Kelas Fotografi sesi 1

Pengurus

Board of Advisor

Handry Satriago
Roby Muhamad
Yanti Nisro
Jansen Siregar
Zul Muhammad
Imam Subchan

Comittees

Ketua                                  : Ainun Chomsun 
Wakil Ketua                         :  Dian Adi Prasetyo
Kepala Program Umum       : Raditya Jatismara
Kepala Program Relawan    : Sita Sidharta
Kepala Relawan                   : Budhita Arini
Kepala Web & Content         : Karmin
Kepala Socmed & Publikasi  : Ranum
Kepala Dok & Materi             : Connie
Sekretaris                              : Retno Wulandari

Contact Information
Website : http://akademiberbagi.org
Email     : akademiberbagi@gmail.com

Monday, June 1, 2015

Rumah 1001Buku : Relawan dan Pengelola Taman Bacaan Anak

   


    1001buku merupakan organisasi nirlaba, sebuah jaringan relawan dan pengelola taman bacaan anak yang didirikan di Jakarta pada bulan Mei 2002. Berangkat dari keprihatinan atas kurangnya ketersediaan akses atas bahan bacaan bagi anak-anak Indonesia, 1001buku melakukan pengumpulan dan pendistribusian bahan bacaan anak dan saran pengembangan kreativitas anak dari masyarakat. 

    Sejalan dengan perkembangannya, 1001buku memfasilitasi penguatan taman-taman bacaan anak yang tergabung dalam Jaringan Taman Bacaan Anak 1001buku.

    Pada tahun 2006, 1001buku resmi menjadi sebuah Yayasan, dengan tetap berbasiskan komunitas relawannya sebagai roda penggerak kegiatannya. Keterpaduan bentuk ini membuat 1001buku diyakini dapat membuat 1001buku memiliki bentuk tanggung jawab yang lebih baik kepada masyarakat, tanpa harus kehilangan fleksibilitasnya sebagi komunitas yang berbasiskan relawan.

    Sepanjang perjalanannya, ratusan taman bacaan anak di pelosok nusantara telah terlayani, tumbuh dan berganti. Puluhan ribu buku bacaan telah dinikmati oleh anak-anak Indonesia. Ribuan relawan telah mempunyai kesempatan saling menularkan semangat kepedulian memajukan anak-anak Indonesia yang kerap kali terpinggirkan.

Sejarah 1001Buku

    1001buku didirikan pada bulan Mei 2002 oleh Upik Djalins, Ida Sitompul dan Santi Soekanto, tiga perempuan yang sangat prihatin atas terbatasnya akses sebagian besar anak Indonesia pada buku berkualitas. 1001buku lahir dengan harapan bahwa kontribusinya dapat membantu taman-taman bacaan anak komunitas mengantarkan ribuan buku untuk anak-anak; buku-buku yang akan membawa anak-anak itu menuju 1001 imajinasi laiknya kisah 1001 malam. 

    Setelah berkiprah dalam bentuk Komunitas berbasis relawan selama hampir 4 tahun, pada Oktober 2006, 1001buku memantapkan diri untuk berbadan hukum sebagai Yayasan agar menjadi institusi yang lebih profesional, bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap masyarakat sambil tetap mengakomodasi bentuk keunikan Komunitas 1001buku yang berbasis relawan. Setelah melalui berbagai macam pasang surut, Yayasan 1001buku akhirnya terbentuk secara resmi pada tahun 2012.

Kepengurusan 1001Buku

Badan Pembina :

Upik Djalins
Adi Rasti
Pudji Astuti
Gustya Indriani
Rizal Akhadiat
Ririn S.

Badan Pengawas :

Ady Makhdi
Indra Sumbodo
Ariyo Faridh
  
Badan Pengurus :

Ketua Yayasan dan Komunitas : Dwi Andayani (Dway)
Sekretaris & Legal:                      Ganjar Wibowo (Ganjar)
Tim Keuangan:                            Rizal Arryadi (Ical), Rahayu Iswara (Ayu)
PJ Kesekretariatan:                      Agustina Handoko (Tina)
Tim Perpustakaan:                       Agustina Handoko (Tina), Fajar Yusuf (Fajar)
Tim SPD:                                     Muhammad Akbar (Akbar), Wahab
Tim Rumah 1001buku:                Amalia Hamidi (Amel), Ita HM (Tata)
PJ Kerelawanan:                          Ama Erithia (Ama), Merryl Floretha (Merryl), Gusnita
PJ Eksternal:                                Sandi Taruni (Uni)
Tim Fundraising:                         Kun Mawarno (Kun), Josi Dewi (Josi)
Tim Markom:                              Lucia Priandarini (Rini), Zaliansyah (Zali)
PJ Litbang :                                 Rizal Arryadi (Ical)

Kegiatan-Kegiatan 1001Buku

Taman Baca Anak

Salah satu kegiatan inti dari 1001buku adalah melakukan pembinaan ke perpustakaan dan taman bacaan anak yang ada di seluruh Indonesia, dengan melakukan pengembangan kapasitas dan menyalurkan bahan bacaan sumbangan masyarakat secara reguler.

Jaringan Taman Bacaan Anak 1001buku merupakan sebuah wadah bagi beragam taman bacaan swadaya masyarakat untuk saling memberi dalam mewujudkan misinya. Yayasan dan Komunitas 1001buku berkomitmen untuk memfokuskan diri dalam memberikan pembinaan melalui berbagai kegiatan untuk menggiatkan anggota jaringan. Tiap taman bacaan dapat mendaftarkan diri untuk bergabung, dan bersama-sama melangkah maju bersama 1001buku.

Selain itu, sejak Oktober 2014 Komunitas 1001buku juga mengembangkan sebuah taman baca kecil di Rumah 1001buku, tempat kegiatan kerelawanan komunitas dipusatkan. 

Book Drop Box

 Book Drop Box (BDB) adalah salah satu cara pengumpulan buku dari publik dengan ditempatkannya kotak-kotak di berbagai lokasi strategis. Book Drop Box di lokasi tertentu dikelola oleh seorang atau lebih relawan yang bekerja atau berdiam di sekitar lokasi tersebut. Seluruh Book Drop Box dikelola sepenuhnya oleh relawan-relawan yang menjadi bagian dari organisasi bernama 1001buku.

 Buku yang berhasil dikumpulkan dari seluruh BDB akan selanjutnya diproses dengan kegiatan Sort-Pack-Distribute (SPD) yang dilakukan secara berkala oleh 1001buku. Pada akhirnya, buku-buku sumbangan masyarakat akan sampai ke taman-taman bacaan yang ada di seluruh nusantara. 

Bagaimana anda bisa membantu?

1. Berikan buku, majalah, dan bahan bacaan anak lain, baru maupun bekas (non pelajaran). Sumbangkan melalui Book Drop Box terdekat di sekitar anda. Jika tidak ada Book Drop Box di sekitar anda, hubungi tim Book Drop Box untuk pengiriman atau penjemputan buku dengan jumlah tertentu.

2. Izinkan setidaknya satu Book Drop Box diletakkan di tempat/ area anda beraktivitas atau adakan pengumpulan buku di wilayah/ lokasi strategis. Untuk info lebih lanjut mengenai Book Drop Box, pengajuan pembukaan Book Drop Box dan donasi buku silakan hubungi Hotline Book Drop Box 1001buku. 

Sort Pack Distribute

 Sort-Pack-Distribute (SPD) merupakan sebuah kegiatan rutin 1001buku untuk mengumpulkan buku-buku sumbangan masyarakat yang telah terkumpul dari berbagai sumber, memilah-milahnya untuk memastikan bahwa buku-buku tersebut layak disumbangkan dan tepat sasaran, melakukan pengepakan, serta melakukan pengiriman ke taman-taman bacaan yang telah dimasukkan waiting list untuk mendapatkan sumbangan buku.

 Kegiatan ini seringkali menjadi ajang bertemu untuk para relawan yang memiliki kepedulian yang sama, yaitu untuk memastikan bahwa anak-anak Indonesia di manapun bisa mendapatkan bacaan yang bermutu.

Kampanye Literasi dan Minat Baca

Kampanye Literasi dan Minat Baca merupakan salah satu bentuk aktivitas 1001buku dalam usahanya mencapai misi 1001buku untuk membuat anak-anak Indonesia gemar membaca. Ketersediaan bahan bacaan bukanlah jaminan bahwa seorang anak akan terbuka matanya akan keindahan dunia yang disajikan oleh pelangi yang ditawarkan oleh buku-buku yang melimpah. Dengan demikian, sesekali 1001buku ikut serta baik secara aktif dalam menggiatkan kebiasaan membaca untuk anak Indonesia.

1001buku acap kali ikut serta dalam event-event yang diadakan oleh para sponsor dan rekanan. Pameran-pameran, acara-acara CSR perusahaan, atau bahkan kegiatan-kegiatan kecil penguatan relawan, merupakan sarana yang pernah digunakan 1001buku untuk senantiasa membuka mata masyarakat betapa pentingnya budaya baca bagi anak Indonesia.

Kampanye Kerelawanan

Kampanye kerelawanan merupakan salah satu bentuk aktivitas 1001buku dalam usahanya mencapai misi 1001buku untuk membuat masyarakat Indonesia menyisihkan waktunya untuk memberikan perubahan. 

1001buku acap kali ikut serta dalam event-event yang diadakan oleh para sponsor dan rekanan. Pameran-pameran, acara-acara CSR perusahaan, atau bahkan kegiatan-kegiatan kecil penguatan relawan, merupakan sarana yang pernah digunakan 1001buku untuk senantiasa menyadarkan pentingnya semangat kerelawanan menjadi budaya hidup di Indonesia.

Rumah 1001Buku

Rumah 1001buku merupakan sebuah taman baca yang dikelola langsung oleh Komunitas 1001buku. Bertempat di sebuah rumah yang ditempati untuk melakukan berbagai kegiatan 1001buku, Rumah 1001buku tadinya berfungsi sebagai sekretariat dan tempat penyimpanan buku-buku sumbangan masyarakat sebelum disortir dan didistribusikan ke taman-taman baca di seluruh Indonesia. Mengingat tempat ini selalu menjadi surga buku bagi anak-anak sekitar, maka dibentuklah taman baca yang dinamakan Rumah 1001buku.

Rumah 1001buku dibuka tiap hari Kamis-Minggu tiap harinya, pukul 10.00-17.00 WIB.

Data Taman Bacaan 

  Berikut adalah daftar taman bacaan/perpustakaan yang berada di jaringan taman bacaan anak 1001buku, dan dinyatakan masih aktif dan beroperasi. Alamat lengkap sengaja tidak ditampilkan untuk menjaga privacy dan mencegah disalahgunakannya informasi yang ada. Dengan dinamika yang ada, Komunitas 1001buku tidak menjamin akurasi keberadaan, keaktifan dan kekinian data yang ditampilkan di bawah ini. 

Urutkan berdasarkan: 

Nomor Keanggotaan - Area - Nama Perpustakaan 

001/TBA-1001buku
Rumah 1001buku - Manggarai, Jakarta Selatan

005/TBA-1001buku
Pustakaloka Rumah Dunia - Hegar Alam, Serang

006/TBA-1001buku
Taman Bacaan Uyah - Kramat Jaya Baru, Johar Baru

008/TBA-1001buku
Taman Bacaan Sanggar Barudak, Komunitas Bete Tegal Gundil - Bantar Jati, Bogor

018/TBA-1001buku
Perpustakaan Urang Sunda (KUSNET) - Itenas, Bandung (Sekretariat)

031/TBA-1001buku
Melati Taman Baca - Ampera II, Jakarta

054/TBA-1001buku
Sanggar Paksi Safa Kawijayan - Cipinang Pulo Maja, Jatinegara, Jakarta Timur

086/TBA-1001buku
Warung Baca Lebak Wangi (Warabal) - Lebak Wangi, Parung, Bogor

097/TBA-1001buku
Rumah Pelangi - Dusun Kadirojo, Muntilan

099/TBA-1001buku
Mentari (PKBM) - Matraman, Jakarta Timur

101/TBA-1001buku
Taman Bacaan Mutiara Ilmu - Gunung Putri, Bogor

103/TBA-1001buku
Perpustakaan Kurakura Beach - Desa Tanjung Gundul, Bengkayang, Kalbar

109/TBA-1001buku
Pustaka Keliling Pulau (PKP) - Tiban BTN, Batam

111/TBA-1001buku
Roemah Poestaka - Cengkareng Timur, Jakarta Barat

112/TBA-1001buku
FEDUs - Vila Bekasi Indah 2, Tambun, Bekasi

114/TBA-1001buku
Taman Bacaan Himmata - Plumpang, Jakarta Utara

117/TBA-1001buku
Saung Pasaka Winaya - Citeureup, Bogor

120/TBA-1001buku
Gubug Belajar IPPA Rawamalang - Kampung Rawamalang, Cilincing, Jakarta Utara

121/TBA-1001buku
Kedai Baca Lentera - Tombo, Bandar, Batang, Jawa Tengah

122/TBA-1001buku
Kelompok Belajar SUMBANGSIH - Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara

123a/TBA-1001buku
Taman Bacaan YUM - Banturung, Palangkaraya, Kalteng

125/TBA-1001buku
Al Ittihad - Desa Krenceng, Kediri

126/TBA-1001buku
Grobak Ilmu Kibar (Kelompok Indonesia Belajar) - Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

132/TBA-1001buku
Perpustakaan Rumah Alir - Swaramahardika, Mataram, NTB

133/TBA-1001buku
Bale Baca Cikal 08 - Cipinang, Jakarta Timur

138/TBA-1001buku
Perpustakaan Kampung BS 01 - Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara

139/TBA-1001buku
Serambi Baca - Jatiasih, Bekasi

140/TBA-1001buku
Pustaka Rumah Kita Gangga - Pitara, Depok

145/TBA-1001buku
Yayasan Alang-alang - Mega Mendung, Bogor

149/TBA-1001buku
Beranda Buku - Bale Endah, Bandung

15001/TBA-1001buku
RBM Kali Atas - Cicalengka Wetan, Kab. Bandung

15002/TBA-1001buku
Rumah Belajar YPAB - Kebon Melati, Tanah Abang

15003/TBA-1001buku
Pinggir Sawah Sekolah Komunitas - Cimanggu, Cilacap

15004/TBA-1001buku
TBM Pustaka Keliling Adil - Sidoarum, Sleman, Yogyakarta

15005/TBA-1001buku
Rompok Layung - Sindangsari, Lebak, Banten

15006/TBA-1001buku
TBM Latifah - Ds. Kertawangi, Bandung Barat

15007/TBA-1001buku
TBM Madani - Ds. Sutoragan, Purworejo

15008/TBA-1001buku
Rumah Kreatif Sahabat Nusantara - Pulau Ende, NTT

15009/TBA-1001buku
Sudut Baca Al-Syifa - Ereng-ereng, Bantaeng, Sulsel

15011/TBA-1001buku
TBM Bunga Tanjung - Duren Jaya, Bekasi Timur

15012/TBA-1001buku
Petualang Ilmu - Tapian Napuli II, Sibolga, Tapanuli Tengah

15014/TBA-1001buku
Taman Pintar Pergerakan Muda Mudi Depok - Sawangan Baru, Depok

15015/TBA-1001buku
TBA Go to Reading - Aek Pining, Batangtoru, Tapanuli Selatan

15016/TBA-1001buku
TBA Melati - Batu Hula, Batangtoru, Tapanuli Selatan

15017/TBA-1001buku
TBA Cahaya Ilmu - Hapesong Baru, Batangtoru, Tapanuli Selatan

15018/TBA-1001buku
TBA Mawar - Napa, Batangtoru, Tapanuli Selatan

15019/TBA-1001buku
Rumah Baca Dunia - Perum Puri Dinar Mas, Tembalang, Semarang

15020/TBA-1001buku
Rumah Baca Bumi Matahari - Desa Balapulang Wetan, Balapulang, Tegal

15021/TBA-1001buku
Taman Bacaan KUDI - Pegalongan, Patikraja, Banyumas

15022/TBA-1001buku
Kampoeng Batja - Jember

15023/TBA-1001buku
Taman Baca Pesona 2 - Desa Cilebut Barat, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor

15024/TBA-1001buku
Taman Belajar Timothy - Desa Silaumalaha, Pematang Siantar

15025/TBA-1001buku
Skhola KAI - Komp Galangan Kapal, Makassar

15026/TBA-1001buku
Rumah Baca Asmanadia Tasikmalaya - Desa Kertamukti, Tasikmalaya

15027/TBA-1001buku
Taman Baca Perahu Kertas - Desa Pandansari, Purwokerto

15028/TBA-1001buku
TBM Raden Syahid - Desa Mojodelik, Bojonegoro

15029/TBA-1001buku
Aminhayati Library and Learning Community (ALC) - Depok - Abadi Jaya, Depok

15030/TBA-1001buku
Yayasan Cinta Baca - Jl. Raya Bogor Baru, Bogor

15031/TBA-1001buku
TBM Rumah Cahaya FLP Depok - Griya Lembah Depok, Depok

15032/TBA-1001buku
TBM Bintang Brilliant - Desa Puncangro , Kalitengah, Lamongan

15034/TBA-1001buku
Community Development Fakultas Teknik UNJ - Kebon Jeruk, Cipinang Besar Utara, Jatinegara

152/TBA-1001buku
PCCC Pacitan - Pacitan Lorok

158/TBA-1001buku
Rumah Baca Surya Asih - Karang Tengah, Tangerang

163/TBA-1001buku
Baiturrahman - Desa Mekarsari, Cicurug, Sukabumi

165/TBA-1001buku
Sanggar 46 - Ciheuleut, Bogor

166/TBA-1001buku
Warasaqie (Warung Anak Sakinah) - Desa Barengkok

168/TBA-1001buku
Rumah Siput - Cadasari, Pandeglang

173/TBA-1001buku
Pondok Maos GUYUB - Desa Bebengan, Boja, Kendal

174/TBA-1001buku
Taman Bacaan Kusuma Bongas - Desa Bongas Pentil, Bongas, Indramayu

180/TBA-1001buku
Pondok Baca Griya Ilmu - Curug, Tangerang

185/TBA-1001buku
Taman Baca khadijah Aisyah - Petukangan Selatan, Jakarta Selatan

187/TBA-1001buku
Sanggar Akar - Cipinang, Jakarta Timur

191/TBA-1001buku
Taman Baca Anak Nyiur - Pulau Tidung, Kepulauan Seribu

194/TBA-1001buku
Tunas Mulia Portal Infaq Bantar Gebang - Bantar Gebang, Bekasi

197/TBA-1001buku
Perpustakaan Bina Insan Mandiri - Pancoran Mas, Depok

204/TBA-1001buku
Bintang Gading - Pondok Permata Sari, Bogor

212/TBA-1001buku
Al FIrdaus Child Centre - Tegal Pete, Bogor

215/TBA-1001buku
Pustaka Bina Putera - Desa Rancasumur, Kopo, Serang

220/TBA-1001buku
Taman Baca Masyarakat Arjasari (Dapur Buku) - Arjasari, Bandung

222/TBA-1001buku
Istana Rumbia - Leksono, Wonosobo

225/TBA-1001buku
Perkumpulan Panca Karsa - Ampenan, NTB

227/TBA-1001buku
Perpustakaan Anak Wayang Indonesia - Mergangsang, Yogyakarta

241/TBA-1001buku
Perpustakaan Umum Mitra Tema - Imogiri, Bantul

242/TBA-1001buku
Perpustakaan Umum Rumah Baca Milik Kita - Danguran Kidul, Klaten Selatan, Klaten

243/TBA-1001buku
Perpustakaan Umum Sekolah Masyarakat Desa (Semasa) - Tirtonirmolo, Bantul

244/TBA-1001buku
Perpustakaan Umum TBM Satu Sembilan - Patangpuluhan, Yogyakarta

245/TBA-1001buku
Pondok Baca Arcamanik - Arcamanik, Bandung

270/TBA-1001buku
Perpustakaan MitraNetra - Lebak Bulus, Jakarta Selatan

299/TBA-1001buku
Pos Perpustakaan - Pesona Anggrek Harapan, Bekasi

303/TBA-1001buku
TBM Ratubagus - Cipare, Serang

307/TBA-1001buku
Taman Bacaan Ceria Jatibening - Jatibening Baru, Bekasi

309/TBA-1001buku
Pondok Baca AJAR - Boja, Kendal

310/TBA-1001buku
PERPUSTAKAAN DOMPET SOSIAL ALKAUTSAR(DSAK) - Warudoyong, Jatinegara, Jakarta Timur

311/TBA-1001buku
Saung Manca - Gunung Jati, Tasikmalaya

319/TBA-1001buku
Perpustakaan Yappika - Pedati Raya, Jakarta Timur

322/TBA-1001buku
Perpustakaan Rumah Pintar 'Mentari' - Desa Sumber Rahayu, Sleman, Yogyakarta

324/TBA-1001buku
Samas7 (Sanggar Mekar Asri 7) - Desa Laksana Mekar, Padalarang, Bandung Barat

326/TBA-1001buku
TBM Fatahilah - Komp. Bulak Rantai, Jakarta Timur

338/TBA-1001buku
Rumah Belajar Komunitas Leuwidulang - Leuwidulang, Pameungpeuk, Bandung

340/TBA-1001buku
TB Zhaffa - Menara Air, Jakarta Selatan

341/TBA-1001buku
Saung Baca Kadeudeuh - Perbawati, Sukabumi

360/TBA-1001buku
TBA Garuda - Makassar, Jakarta Timur

365/TBA-1001buku
Perpustakaan Keliling Bali - Pulau Nusa Penida, Bali Selatan

367/TBA-1001buku
Al Marjani - Parungpanjang, Bogor

368/TBA-1001buku
TBA El Mumtaz - Parungpanjang, Bogor

369/TBA-1001buku
TBA Sahabat - Kampung Baru, Jakarta Barat

370/TBA-1001buku
Perpustakaan Panti Asuhan Yayasan Istiqomah - Pancoran, Jakarta Selatan

371/TBA-1001buku
Rumah Baca Eyang - Rawakuning, Jakarta Timur

372/TBA-1001buku
Pawon Buku - Jiput, Pandeglang, Banten

373/TBA-1001buku
Taman Bacaan Anak Cerah - Rorotan Cilincing, Jakarta Utara

374/TBA-1001buku
TBM Saung Manggar - Pondok Kelapa, Jakarta Timur

375/TBA-1001buku
TBM Balai (LPM-UIJ) - Matraman, Jakarta Timur

377/TBA-1001buku
Taman Bacaan Anak Melati - Pitara, Depok

378/TBA-1001buku
Kampung Buku - Cibubur, Jakarta Timur

379/TBA-1001buku
Rumah Baca Al Karimah - Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur

380/TBA-1001buku
Rumpin Auladina - Perum Way Kandis, Lampung

381/TBA-1001buku
Perpustakaan Sikamali - Soppeng, Sulawesi Selatan

382/TBA-1001buku
Rumah Baca Radhina - Cilangkap, Jakarta Timur

383/TBA-1001buku
Taman Bacaan Rumah Pelangi - Cibungbulang, Dramaga, Bogor

384/TBA-1001buku
Taman Bacaan Nurul Islam - Ngawen, Gunung Kidul, DIY

385/TBA-1001buku
TBM Rumahgunung - Purworejo, Jawa Tengah

386/TBA-1001buku
Rumah Baca Asah Asih Asuh - Ds. Banjareja, Kebumen, Jawa Tengah

387/TBA-1001buku
Perpustakaan Sophia - Tentena, Sulawesi Tengah

391/TBA-1001buku
TBM Cahaya - Brangsong, Kendal, Jawa Tengah

392/TBA-1001buku
TBM Pondok Baca 1000 Mimpi - Mijen, Semarang

393/TBA-1001buku
Rumah Tukik - Anyer, Banten

396/TBA-1001buku
Aminhayati Library and Learning Community (ALC) - Karang Bahagia, Cikarang Utara, Bekasi

397/TBA-1001buku
Taman Baca Cakruk Sinau - Pandean, Nganjuk

398/TBA-1001buku
Rumah Baca Mentari (RBM) - Desa Gayam, Ngasem, Bojonegoro

401/TBA-1001buku
Teras Baca Jatikramat - Jatiasih, Bekasi

402/TBA-1001buku
Taman Baca Rissa - Bangli, Bali

403/TBA-1001buku
La Rumba Waikawining - Waingapu, Sumba Timur, NTT

405/TBA-1001buku
Perpustakaan Komunitas Iqra - Barru, Sulawesi Selatan

406/TBA-1001buku
Taman Baca 'Moco Bareng' - Desa Sambirejo, Tanjunganom, Nganjuk

407/TBA-1001buku
Rumba 'Anugrah' - Waingapu, Sumba Timur, NTT

408/TBA-1001buku
Rumba 'Hawila' - Waingapu, Sumba Timur, NTT

409/TBA-1001buku
Rumba 'Pa'aingu' - Waingapu, Sumba Timur, NTT

410/TBA-1001buku
Nurul Hikmah - Bawang, Batang, Jateng

411/TBA-1001buku
Rumah Cerdas Kreatif - Jatisampurna, Bekasi

415/TBA-1001buku
Perpustakaan Babul Ilmu - Purworejo, Jawa Tengah

416/TBA-1001buku
AR-ROFFIU Book Kids - Ds Ciawigebang, Kuningan, Jawa Barat

419/TBA-1001buku
Kasepuhan Adat Ciptagelar - Sukabumi, Jawa Barat

421/TBA-1001buku
Taman Baca Ceria - Manyaran, Wonogiri

423/TBA-1001buku
Panggung Baca - Pasar Minggu, Jakarta

424/TBA-1001buku
Perpustakaan Komunitas - Tegalsari, Banyuwangi

425/TBA-1001buku
Rumah Cerdas - Cibadak, Tangerang

426/TBA-1001buku
Rumah Baca Gang Masjid (RBGM) - Jombang, Jawa Timur

427/TBA-1001buku
Teras Maca - Pondok Kacang, Bintaro, Tangerang

436/TBA-1001buku
TBM Puspita - Singorojo, Kendal

440/TBA-1001buku
Pedalaman Sabah - Pedalaman Sabah, Malaysia

448/TBA-1001buku
TBM Ar Rasyid - Cileungsi, Ciawi, Bogor

449/TBA-1001buku
TBM Kedai Proses - Komp Pendidikan, Lebak, Banten

450/TBA-1001buku
Taman Baca K3 - Komunitas Kp Kramat - Kampung Kramat, Cililitan, Jakarta

451/TBA-1001buku
Rumah Baca Abata - Gowa, Sulawesi Selatan

452/TBA-1001buku
Griya Baca Abu Kus (Anak Bumi Kita untuk Semua) - Gondek, Jombang

454/TBA-1001buku
Nurul Falah - Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan

455/TBA-1001buku
Rumah Baca Harapan (RUBAH) Pinrang - Pinrang, Sulawesi Selatan

456/TBA-1001buku
TBM Cemade (Cerah Masa Depan) - Desa Gilang, Tulungagung, Jawa Timur

458/TBA-1001buku
Perpustakaan Az Zahroh - Pandeyan, Boyolali, Jawa Tengah

459/TBA-1001buku
Taman Baca Sahabat Ilmu - Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara

461/TBA-1001buku
Sudut Baca Soreang - Kp Ciwaru, Soreang, Bandung

462/TBA-1001buku
RB Asma Nadia Ciranjang - Cibiuk Ciranjang, Cianjur Jawa Barat

464/TBA-1001buku
RBB Lentera Ilmu - Ds. Keras, Jombang, Jawa Timur

465/TBA-1001buku
Rumah Baca Asma Nadia Majalengka - Ds. Ligung, Majalengka, Jawa Barat

466/TBA-1001buku
Rumah Baca Umi Grand Bekasi - Grand Bekasi, Bekasi

467/TBA-1001buku
Spot Baca RBGM Sambisari - Dsn. Sambisari, Ceweng, Jombang, Jawa Timur

468/TBA-1001buku
Spot Baca RBGM Sukowati - Dsn. Sukowati, Gudo, Jombang, Jawa Timur

469/TBA-1001buku
Puri Pintar - Sasakpanjang, Tajurhalang, Bogor

470/TBA-1001buku
Rumah Baca Dusun Slatung - Dsn. Slatung, Tlogoagung, Lamongan, Jatim

471/TBA-1001buku
Rumah Baca Sindang - Desa Sindang, Dukuhwaru, Tegal

472/TBA-1001buku
Rumah Cerdas Kirana - Cisoka, Solear, Tangerang

473/TBA-1001buku
Rumah Cerdas Cisoka - Cisoka, Tangerang

474/TBA-1001buku
Rumah Cerdas Solear - Kp. Pesanggrahan, Solear, Tangerang

475/TBA-1001buku
Rumah Ilalang - Kepuk, Jepara, Jateng

476/TBA-1001buku
Rumah Baca Lentera Ilmu - Ds. Bontoramba, Bajeng, Sulsel

477/TBA-1001buku
RB Asma Nadia Tanjung - Kp. Tanjung, Desa Sukamantri, Cianjur, Jabar

479/TBA-1001buku
Rainbow Reading Corner - Ngemplak, Semarang

482/TBA-1001buku
PKBM Alkaromah - Ds. Karangtanjung, Cililin, Jabar

483/TBA-1001buku
Rumah Buku Ken Maos - Perum Bukit Asri, Lerep, Ungaran, Jateng

484/TBA-1001buku
Sudut Baca Lentera Dunia - Desa Gondek, Mojowarno, Jombang, Jatim

485/TBA-1001buku
TBM Jendela KU - Komp Gading Tutuka, Soreang, Bandung

486/TBA-1001buku
PKBM TBM PAUD Ar-Rozaq - Desa Cic. Girang, Sindangkerta, Kab. Bandung

487/TBA-1001buku
Bale Baca Al Basyar - Kp Margagiri, Margatani, Serang Banten

488/TBA-1001buku
Rumah Baca Mentari - Desa Gondek, Mojowarno, Jombang, Jatim

489/TBA-1001buku
Abukus Elqori Reading Corner - Desa Watugaluh, Diwek, Jombang, Jatim

490/TBA-1001buku
Taman Bacaan Insani Excellent - Desa Gadungan, Gandusari, Blitar, Jatim

491/TBA-1001buku
Perpustakaan Cerdas - Desa Bluru Kidul, Sidoarjo, Jatim

492/TBA-1001buku
Jendela Dunia - Pekalongan, Jateng

493/TBA-1001buku
TBM RNPP (Remaja Nanggulan Peduli Pendidikan) Salatiga - Nanggulan, Salatiga, Jateng

494/TBA-1001buku
TBM Armada Ilmu - Dsn Ringin Putih, Tulungagung, Jatim

495/TBA-1001buku
Rumah Buku - Cibolerang, Majalengka, Jabar

496/TBA-1001buku
Komunitas Baduy Membaca - Kp Balingbing, Leuwidamar, Banten

498/TBA-1001buku
TBM Bumi Baca Rancaekek - Griya Utama Rancaekek, Bandung

500/TBA-1001buku
TBM Annaafi - Plumutan, Bancak, Semarang

502/TBA-1001buku
TBM Sehati - Ds. Pasirhuni, Cimaung, Bandung Jabar

503/TBA-1001buku
TBA Tanwirul Qulub - Ds. Tanggungan-Baureno, Bojonegoro, Jatim

505/TBA-1001buku
Rumah Sains dan Baca Amalia - Ciampea, Bogor

506/TBA-1001buku
Taman Baca Sekar Education - Ds Dayeuh, Cileungsi, Bogor

507/TBA-1001buku
TBM An Nur - Ds Bebel, Wonokerto, Pekalongan, Jateng

508/TBA-1001buku
TBA PAUD Isykarima - Bangsri, Jepara, Jateng

509/TBA-1001buku
TBM Getah Gembul - Ds. Linggar, Rancaekek, Bandung

510/TBA-1001buku
TBM Bina Agro Wisata - Cibodas, Lembang, Jabar

512/TBA-1001buku
Graha Pelangi - Citeureup, Ciruas, Serang

514/TBA-1001buku
TBM Al Faruq - Ds. Bakom, Kec. Darma, Kuningan, Jabar

515/TBA-1001buku
Balai Pustaka Harapan Kita - Ds. Mekar Mukti, Cihampelas, Kab. Bandung Barat

516/TBA-1001buku
TBM Dhido - Cipagalo, Bojongsoang, Kab. Bandung

517/TBA-1001buku
Perpustakaan Markaz Islam Bogor - Baranangsiang, Bogor Timur

518/TBA-1001buku
TBM AS Lebakwangi - Lebakwangi, Arjasari, Kab. Bandung

519/TBA-1001buku
Rumah Baca Asma Nadia Leles - Ds. Sukamanah Karangtengah, Cianjur

520/TBA-1001buku
Taman Bacaan Cahaya Umat - Gedong Jetis, Klaten, Jateng

521/TBA-1001buku
Perpustakaan Sanggar Anak Studio Biru - Prambanan, Sleman DIY

522/TBA-1001buku
TBM Iqra - Banyuwangi, Bandongan, Magelang

523/TBA-1001buku
TBM C-Book (Ciwidey Membaca) - Ciwidey, Kab. Bandung

524/TBA-1001buku
TBM An-Nuur - Ds. Pungpungan, Bojonegoro

525/TBA-1001buku
Rumah Baca Prabu Kresna - Dsn Congol, Kec. Suruh, Kab. Semarang

526/TBA-1001buku
SIMBA (Rekreasi di Taman Baca) - Kp. Kupu, Pasir Putih, Sawangan Depok

527/TBA-1001buku
TBM Cerdas Mandiri - Ds. Purwosari, Kec. Comal, Pemalang

528/TBA-1001buku
TBM Cibungur - Kp. Cibungur, Batujajar, Kab. Bandung

529/TBA-1001buku
Sekolah Rakyat - Bojong, Pekalongan, Jateng

530/TBA-1001buku
Rumah Baca Miftahul Huda - Rejosari Gondek Mojowarno, Jombang

531/TBA-1001buku
TBM Al Azzam - Ds. Celak, Gununghalu, Bandung Barat

532/TBA-1001buku
TBM Bina Kreasi Muda - Ds. Cijambu, Kaadakajaya Tanjungsari, Sumedang

533/TBA-1001buku
Rumah Baca Nurul Quran - Ds. Kedaton, Lerankulon Palang, Tuban Jatim

534/TBA-1001buku
Rumah Baca FwE (Fun With English) - Karet Tengsin, Jakarta Pusat

537/TBA-1001buku
Lentera Hati - Tanjung Palas Timur, Bulungan, Kalimantan Utara

538/TBA-1001buku
Cinta Baca - 7 Ulu, Palembang

539/TBA-1001buku
Pelangi Impian - Mekarsari, Pasirjambu, Kab. Bandung

540/TBA-1001buku
TBM Wijaya Kusuma - Ngemplak, Sleman, DIY

541/TBA-1001buku
Gubug Baca Ayateellah - Bantul, DIY

542/TBA-1001buku
Ekshar - Ds. Kedungwaringin, Bojonggede, Bogor

543/TBA-1001buku
TBM Pondok K-Mu - Ds. Poncol, Pekalongan

544/TBA-1001buku
TBA Al-Hidayah - Ds. Partawangunan, Kec. Kalimanggis, Kuningan

545/TBA-1001buku
Rumah Baca Komunitas Cendana - Mar'ang, Pangkep, Sulawesi Selatan

546/TBA-1001buku
Rumah Baca Puspa - Ds. Lewunitug, Sentul, Bogor

547/TBA-1001buku
Kampoeng Baca Masalembu - Pulau Masalembu, Sumenep, Madura

550/TBA-1001buku
RB Inspirasi - Walen, Boyolali, Jawa Tengah

551/TBA-1001buku
Taman Bacaan Rumah Siput - Desa Dolog Mariah, Simalungun, Sumatera Utara

552/TBA-1001buku
TBM Bacalah - Ds. Kedungsari, Bojonegoro

553/TBA-1001buku
TBM Ciluncat Membaca - Ds. Ciluncat, Cangkuang, Bandung

554/TBA-1001buku
Rumah Baca Asma Nadia Garut - Kp. Hegarmanah, Kadungora, Garut

555/TBA-1001buku
Perpustakaan Widyatama - Krajan, Kretek, Bantul

556/TBA-1001buku
Rumah Baca Amany - Bumi Parahyangan Kencana, Kab. Bandung

557/TBA-1001buku
TBM Rumah Hebat Indonesia - Rejosari, Banjarsari Surakarta

558/TBA-1001buku
Taman Baca Madani - Desa Wanio, Panca Lautang, Sidrap

559/TBA-1001buku
Rumah Belajar dan Pustaka Sahabat Kecil - Ds. Gunung Remuk, Banyuwangi

560/TBA-1001buku
Taman Baca Nasyiah - Pejagoan, Kebumen

561/TBA-1001buku
Rumah Baca Asma Nadia Al-Anwar - Desa Leuwiseeng, Majalengka

562/TBA-1001buku
Ulil Albab - Lembarawa, Brebes

563/TBA-1001buku
TBM Bintang - Ds Bongor, Desa Taman Ayu, Lombok Barat

564/TBA-1001buku
Rumah Baca Pustaka Ilmu - Margaasih, Bandung

565/TBA-1001buku
Rumah Baca Nasywa - Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten

566/TBA-1001buku
TBM Cipta Mandiri - Komp BPK Soreang, Kab. Bandung

567/TBA-1001buku
Taman Bacaan Perigi - Kedaung Sawangan, Depok

568/TBA-1001buku
TBM Oase - Kp. Cibunar, Tanjungwangi, Bandung Barat

569/TBA-1001buku
Rumah Baca Ahad - Purbayan Kotagede, Yogyakarta

570/TBA-1001buku
Bale Baca Edelweis - Jatiarjo, Prigen Pasuruan

571/TBA-1001buku
TBM Yamin Library - Kp Bojong Monyet, Rancaekek, Kab. Bandung

572/TBA-1001buku
Rumah Belajar Bibinoi - Desa Bibinoi Bacan Timur Tengah, Labuha, Maluku Utara

573/TBA-1001buku
Rumah Baca Kai Cantigi - Kp Pojok Girang, Lembang, Bandung Barat

575/TBA-1001buku
Omah Dame - Jekulo, Kudus

576/TBA-1001buku
Rumah Baca Puspa 2 - Perum Citayam Permai, Bojong Gede, Bogor

577/TBA-1001buku
Rumah Baca Asma Nadia Azza Kirana Solear - Ds. Pasanggrahan, Kec. Solear, Kab. Tangerang

578/TBA-1001buku
Taman Bacaan Kembar - Jombor Ceper, Klaten

579/TBA-1001buku
Rumah Baca Asma Nadia Malang - Bantur, Kab. Malang

580/TBA-1001buku
Taman Bacaan Parigel - Ds. Neglasari, Banjar

581/TBA-1001buku
RUJAK (Rumah Imajinatif dan Kreatif) - Ds. Bone, Kec. Bajeng, Gowa, Sulsel

582/TBA-1001buku
Taman Baca Bumi Bersama - Sidoarum Godean, Sleman

583/TBA-1001buku
Taman Bacaan Pustaka Ilmu - Trawas, Mojokerto

584/TBA-1001buku
Abatasa - Rancaseneng, Cikeusik, Pandeglang

585/TBA-1001buku
Perpustakaan Mini Anas bin Malik Kokowa - Bajeng Barat, Sugguminasa, Gowa, Sulsel

586/TBA-1001buku
TBM Bukit Baca Taman Firdaus - Ds. Ciluluk, Cikancung, Kab. Bandung

587/TBA-1001buku
Perpustakaan Taman Ilmu Masyarakat (TIM) - Buduran, Sidoarjo

588/TBA-1001buku
Griya Waos D'Age - Kalikotes, Klaten

589/TBA-1001buku
TBM Kasih - Maubeli, Timor Tengah Utara, NTT

590/TBA-1001buku
Pondok Baca Palem (Peduli Pendidikan Anak Lembata) - Lamalera, Lembata, NTT

591/TBA-1001buku
Rumah Baca Asma Nadia Bojong Herang - Bojong Herang, Cianjur

592/TBA-1001buku
Rumba Mambaul Huda - Desa Karanglo, Mojowarno, Jombang

593/TBA-1001buku
Rumba TPQ Assalam - Dsn Ngelo, Desa Gondek, Mojowarno, Jombang

594/TBA-1001buku
Rumah Baca Al-Mumtaz - Ds Kertamukti, Haurwangi, Cianjur

595/TBA-1001buku
Taman Bacaan Ulil Albab - Lembarawa, Brebes

596/TBA-1001buku
Rumah Baca Aulia Permata - Nanggulan, Salatiga, Jateng

597/TBA-1001buku
TBM Puspa Warna - Kel. Noborejo, Argomulyo, Salatiga

598/TBA-1001buku
Skholaografi Komunitas Skholatanpabatas - Makassar, Sulawesi Selatan

599/TBA-1001buku
Rumah Baca Kita (RuBaTa) - Desa Cangkringrandu, Jombang

600/TBA-1001buku
RB Cindta Angel - Jogosetran, Kalikotes, Klaten

601/TBA-1001buku
RBA Kucica Palasah - Ds. Cisambeng, Majalengka

602/TBA-1001buku
RB Asma Nadia Cibatu Garut - Ds. Sindangsuka, Cibatu, Garut

603/TBA-1001buku
Rumah Baca Impian - Kedung Waringin, Bojonggede, Bogor

604/TBA-1001buku
Nanda Alam Wathon Almadani - Kebontemu, Peterongan, Jombang

605/TBA-1001buku
Pondok Baca An-Nida - Sudirman, Salatiga

607/TBA-1001buku
PKBM TBM Berdikari - Ds. Sukamanah, Bandung Barat

608/TBA-1001buku
Taman Bacaan LENTERA - Ds. Kalinegoro, Mertoyudan, Magelang

609/TBA-1001buku
Sopo Belajar Lontung - Ds. Parbalohan, Samosir, Sumut

610/TBA-1001buku
Rumah Baca DAULANG - Ds. Tanjungwangi, Kab. Bandung

611/TBA-1001buku
Perpustakaan Anak Maleber - Kel. Garuda, Bandung

612/TBA-1001buku
Rumah Belajar Merah Putih - Dsn. Kedawong, Diwek, Jombang

613/TBA-1001buku
Taman Baca Mataana - Dsn. Waitiu, Lewolema, Larantuka, NTT

614/TBA-1001buku
Rumah Ilmu Insan Mulia - Ds. Sumbermiri, Nganjuk

615/TBA-1001buku
GARASI (Ruang Belajar dan Berkreasi) - Perum Jatinegara Baru

616/TBA-1001buku
Komunitas Keleput Bakung (KOLENG) - Ds. Metun Sajau, Bulungan, Kalimantan Utara

617/TBA-1001buku
Rumah Kamonesan - Komp Bumi Asri, Bandung

618/TBA-1001buku
TBM Mentariku - Tulung, Klaten

619/TBA-1001buku
Rumah Baca Gang Lima - Perum Kota Serang Baru, Bekasi

620/TBA-1001buku
Perpustakaan Cahaya Ilmu - Ds. Pabuaran, Panjalu, Ciamis

621/TBA-1001buku
TBM AIUEO Komunitas Ngejah - Kp. Sukawangi, Singajaya, Garut

622/TBA-1001buku
Rumah Baca Asma Nadia Bangkalan - Kr. Kemasan, Blega, Madura

623/TBA-1001buku
RUMAN (Rumah Baca Aneuk Nanggroe) Aceh - Ds. Punge, Jaya Baru, Banda Aceh

624/TBA-1001buku
Kandang Baca 96 - Kp Sanding, Bojongnangka, Bogor

625/TBA-1001buku
Rumah Baca Sentong - Jl Sutoyo, Sentong, Jember

626/TBA-1001buku
Taman Baca Namu Angu - Kambajawa, Sumba Timur, NTT

627/TBA-1001buku
Rumah Baca El Liwa - Ds. Tamiajeng, Trawas, Mojokerto

628/TBA-1001buku
TBM Mekar Sari - Beran, Blora

629/TBA-1001buku
TBM Bhakti Mandala Muda - Kp Sekeloa, Bandung Barat

630/TBA-1001buku
Perpustakaan Masyarakat Flamboyan - Jl Sumatera, Pekalongan

631/TBA-1001buku
Rumah Singgah Sakinah - Bukit Duri, Tebet

632/TBA-1001buku
Sanggar Qurani Al Faatih - Desa Karangrejo, Magetan

633/TBA-1001buku
TBM Podho Nderes - Ds. Pacul, Bojonegoro

634/TBA-1001buku
Kampung Maca - Kp. Nangoh Babakan, Caringin, Bogor

635/TBA-1001buku
Rumah Baca Hudhud - Perum Bumi Citeureup Asri, Bogor

636/TBA-1001buku
Rumah Baca Al Huda - Catak Gayam, Mojowarno, Jombang

637/TBA-1001buku
Tresna Sinau - Ds. Kaliwedi, Banyumas

638/TBA-1001buku
Sciena Madani - Pesantren Cinta dan Karya - Genuk, Semarang

639/TBA-1001buku
Taman Baca Bilik Atikan Al-Bayan Aziziyah - Ds Maruyung, Pacet, Kab. Bandung

640/TBA-1001buku
Rumah Daanish Aniq - Ds. Karanglo, Mojowarno, Jombang

641/TBA-1001buku
Rumba Arimbi Syukur - Ds. Ngrimbi, Kec. Bareng, Jombang

642/TBA-1001buku
TBM Cahaya Ilmu MKB - Ds. Mekar Baru, Tangerang

643/TBA-1001buku
Intelligence Quality - Dk. Gemblung, Sukolilo, Pati

644/TBA-1001buku
House of Dream - Kampung Lio, Depok

645/TBA-1001buku
Rumah Baca Iqro' - Ds Mojogeneng, Mojowarno, Jombang

646/TBA-1001buku
Taman Baca Pintar Krandon - Sidorejo, Batang

647/TBA-1001buku
TBM Sanggar Baca Sukaraja - Kp Sukaraja, Kec. Solokan, Kab. Bandung

648/TBA-1001buku
Rumah Belajar Muallaf - Landak, Kalimantan Barat

649/TBA-1001buku
SouNombaca - Palu, Sulawesi Tengah

650/TBA-1001buku
Pondok Buku Genitri - Ds. Angkah, Tabanan, Bali

651/TBA-1001buku
Nurul Fikri - Kutowinangun Tingkir, Salatiga

652/TBA-1001buku
Taman Belajar Al Masroor - MT Haryono, Madiun

653/TBA-1001buku
Sanggar Tunas Banyuwangi - Desa Patoman, Rogojampi, Banyuwangi

654/TBA-1001buku
Perpustakaan DKM I Sabilul Huda - Ds. Cileungsir, Rancah, Ciamis

655/TBA-1001buku
Rumah Baca Bunda Prikitiw - Mutiara Jaya, Cibitung, Bekasi

656/TBA-1001buku
Rumah Literasi Banyuwangi - Ds. Gunung Remuk, Desa Ketapang, Banyuwangi

657/TBA-1001buku
Sahabat Kecil - Ds. Gunung Remuk, Desa Ketapang, Banyuwangi

658/TBA-1001buku
Pustaka Jana - Perum Permata Candi Permai, Ds. Alasbuluh, Banyuwangi

659/TBA-1001buku
Rumah Baca Gerbang Kreatif - Krajan Kalipuro, Banyuwangi

660/TBA-1001buku
Rumah Baca Maulana - Sumbermulyo Pesanggaran, Banyuwangi

661/TBA-1001buku
People Education Center - Ds. Paliran Barat, Dingojuruh, Banyuwangi

662/TBA-1001buku
Rumah Baca Komplet - Desa Bunder, Babat, Banyuwangi

663/TBA-1001buku
Rumah Baca Manbaus Salam - Desa Kendalrejo, Tegaldlimo, Kab. Banyuwangi

664/TBA-1001buku
Rumah Baca Asma Nadia Girimukti - Kp Cikunir Jakamulya, Bekasi Selatan

665/TBA-1001buku
Saung Tinta - Desa Caringin, Kab. Bogor

666/TBA-1001buku
Rumah Pintar Amanah - 0

667/TBA-1001buku
Oemah Bejo - Wangon, Banyumas

668/TBA-1001buku
Perpustakaan Siraru - Bungbulang, Garut

669/TBA-1001buku
Rumah Baca Matahari - Kepulauan Botang Lomang, Maluku Utara

Lokasi Rumah 1001Buku


Jika anda dari arah Pancoran, masuk ke Jl Saharjo, di perempatan Basuki Rahmat jalan terus. Sekitar 100m ambil U turn untuk berbalik arah (jangan berbalik arah di tempat yang tidak diperbolehkan), lalu langsung belok kiri, masuk ke Jl. Barkah. Silakan terus masuk hingga menemui masjid Asy Syafiah di sebelah kiri. Lewati masjid dengan mengikuti jalan ke kiri dan ke kanan, jalan terus hingga ujung. Di pertigaan yang anda temui, belok ke kanan ke Jl. Bukit Duri Barat, lalu belok ke kiri menuju SMP YWKAI. Lokasi Rumah 1001buku berada di sebelah kiri anda setelah melewati jembatan.

Contact Information


Website   : http://www.1001buku.or.id
Email      : amaerithia@yahoo.com
Twitter   : @1001buku